MAMUJU, GEMADIKA.com – Gelombang transformasi pendidikan tinggi tengah bergulir di Sulawesi Barat. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat kembali menegaskan komitmen kuatnya untuk melanjutkan program strategis “Sulbar Cerdas” yang telah menjadi andalan dalam memajukan sumber daya manusia daerah.

Program ambisius pemberian 1.000 beasiswa pendidikan tinggi setiap tahunnya ini mencakup seluruh jenjang, mulai dari diploma hingga doktoral, dengan pendekatan yang revolusioner menggunakan sistem digital penuh.

Saat ini, proses seleksi tengah berjalan secara terbuka dan transparan melalui platform online yang mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 10 Tahun 2024 tentang Pemberian Beasiswa. Langkah transparansi ini semakin diperkuat dengan rilis media terbuka yang telah disampaikan pemerintahan SDK-JSM sejak April 2025, memastikan informasi dapat diakses seluruh masyarakat.

Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulbar, Arianto AP, menyampaikan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari kebijakan yang dirintis sejak masa Penjabat Gubernur Zudan Arif Fakhrullah. Kini, program tersebut menjadi bagian integral dari visi-misi Gubernur Suhardi Duka (SDK) bersama Wakil Gubernur Mayjen (Purn) Salim Mengga (JSM).

Baca juga :  Jelang Idul Adha 1447 H, Disperkimtanhub Sulbar Serahkan Sapi Kurban — Wujud Nyata Kepedulian Sosial OPD

“Ini bukan sekadar janji politik. Ini adalah amanah visi pembangunan Sulbar, dan kami pastikan pelaksanaannya berjalan secara akuntabel dan inklusif,” ujar Arianto dengan tegas.

Tantangan Realistis dan Solusi Kreatif

Pertanyaan kritis dari masyarakat mengenai realisme target 1.000 beasiswa mendapat respons jujur dari pemerintah provinsi. Saat ini, kuota yang dapat dipenuhi sesuai DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) yang tersedia baru mencapai 366 penerima.

Menjawab kekhawatiran tersebut, Arianto menjelaskan bahwa kuota masih dapat bertambah melalui dua mekanisme strategis: pertama, efisiensi dari selisih UKT yang dibayarkan ke kampus; kedua, penambahan anggaran dalam APBD Perubahan (APBDP) 2025 yang sedang dalam tahap pembahasan.

“Kami sengaja mencantumkan angka kuota agar publik mendapatkan informasi apa adanya. Bukan berarti 1000 itu mustahil, tapi kita ingin jujur pada kondisi keuangan saat ini dan tetap membuka peluang untuk ditingkatkan,” tambahnya dengan penuh keyakinan.

Baca juga :  DPRD Sulbar Bahas Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Jaga Warisan Adat dan Kesenian Lokal Lewat Regulasi

Sistem Digital Anti-Titipan

Sebagai jawaban atas keresahan publik terkait praktik tidak transparan dalam pemberian beasiswa, Pemprov Sulbar menghadirkan inovasi sistem seleksi yang sepenuhnya digital. Seluruh tahapan seleksi—mulai dari pendaftaran, verifikasi, hingga pengumuman penerima—akan dilakukan secara digital dan berbasis sistem informasi daring untuk menghindari praktik titipan dan intervensi non-teknis.

Langkah revolusioner ini menegaskan bahwa pemerintahan SDK-JSM tidak sekadar melanjutkan warisan program, tetapi juga memperbaikinya agar lebih profesional dan akuntabel.

Masyarakat diminta untuk aktif memantau proses dan menggunakan kanal pengaduan resmi jika menemukan indikasi ketidakberesan. Dengan pengelolaan yang terbuka dan dukungan dari semua pihak, program Sulbar Cerdas diharapkan dapat berjalan efektif menuju visi “Sulbar Maju dan Mandiri”. (Antyka)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami