JAKARTA, GEMADIKA.com – Popularitas seorang pemimpin kadang membawa konsekuensi yang tak terduga. Hal ini dialami langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang kini harus “istirahat” dari aktivitas bersalaman dengan warga akibat kondisi tangannya yang bengkak.

Antusiasme luar biasa yang ditunjukkan masyarakat Jawa Barat terhadap sosok “Bapak Aing” ini memang tidak bisa terelakkan. Dalam empat bulan masa jabatannya, Dedi Mulyadi telah membuktikan dirinya sebagai gubernur yang sangat dekat dengan rakyat yang dipimpinnya.

Kepopuleran Dedi Mulyadi di kalangan masyarakat, terutama kaum perempuan, membuat mereka berebut untuk sekadar berjabat tangan atau meminta foto bersama.

Namun, antusiasme berlebihan ini ternyata berdampak pada kondisi fisik sang gubernur.

Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Selasa (24/6/2025), Dedi Mulyadi mengungkapkan kondisi tangannya yang bengkak hingga kesulitan memegang ponsel dengan baik.

“Saya mohon maaf ini pegang kameranya tidak bisa dijauhin karena tangannya masih bengkak. Ibu-ibunya sayang banget sama saya sehingga saking sayangnya kalau salaman sambil menjerit, sambil ditarik sambil jarinya dipelengkungkan sehingga jari dan tangan saya bengkak seharian lumayan,” kata Dedi Mulyadi dalam video tersebut.

Ternyata, kondisi tangan bengkak ini diperparah oleh riwayat cedera yang pernah dialami Dedi Mulyadi sebelumnya. Gubernur yang akrab disapa Bapak Aing ini menjelaskan bahwa tangannya pernah mengalami masalah akibat terjatuh.

“Itu problemnya dulu saya pernah jatuh kemudian jarinya mengalami masalah dan engkel tangannya mengalami masalah,” ungkapnya.

Kombinasi antara cedera lama dan antusiasme berlebihan warga saat bersalaman membuat kondisi tangannya semakin memburuk dan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama.

Dengan kondisi yang dialaminya, Dedi Mulyadi terpaksa meminta maaf kepada masyarakat apabila nantinya ia tidak dapat mengulurkan tangan secara langsung saat bertemu warga.

“Mohon maaf salamannya tidak bisa langsung diulurkan apalagi jumlahnya ribuan di Kota Bekasi, karena saya harus rehat dulu tangannya selama sebulan biar sembuh lagi,” jelas gubernur Jawa Barat ini.

Keputusan untuk beristirahat selama sebulan ini tentu tidak mudah bagi seorang pemimpin yang terkenal sangat dekat dengan rakyatnya. Namun, demi kesehatan dan keberlangsungan tugasnya, langkah ini harus diambil.

Kedekatan Dedi Mulyadi dengan masyarakat Jawa Barat memang sudah terkenal sejak awal masa jabatannya. Ia kerap membuat acara hiburan bersama warga dan berkeliling dari satu wilayah ke wilayah lain di seluruh Jawa Barat.

Salah satu program unggulannya adalah “Abdi Nagri Nganjang Ka Warga” yang membuatnya semakin dekat dengan masyarakat yang dipimpinnya. Program ini menjadi bukti komitmen sang gubernur untuk selalu hadir di tengah-tengah rakyat.

Kejadian ini menjadi cerminan unik dari gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang benar-benar merakyat. Jarang ada pemimpin daerah yang mengalami “cedera jabatan” akibat terlalu populer di kalangan warga.

Meski harus beristirahat sejenak dari aktivitas bersalaman, komitmen Dedi Mulyadi untuk terus melayani masyarakat Jawa Barat tetap tidak berkurang.

Ia tetap akan menjalankan program-program pemerintahan dengan cara yang lebih bijaksana demi menjaga kondisi kesehatannya.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami