JAKARTA, GEMADIKA.com – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian luar biasa Timnas Indonesia U-23 yang kembali menembus partai final Piala AFF U-23 usai mengalahkan Vietnam melalui adu penalti dramatis dengan skor 8-7.
Pertandingan penuh tensi tersebut digelar di Stadion Nasional, Jakarta, Kamis malam (24/7/2025). Usai skor imbang bertahan hingga waktu normal berakhir, drama adu penalti pun tak terelakkan—dan Garuda Muda tampil tenang serta penuh semangat hingga akhirnya memastikan langkah mereka ke final dua kali berturut-turut.
“Dari adu penalti sampai momen-momen terakhir, ini luar biasa. Kita menang dan kembali masuk final, back to back. Terakhir saya menyaksikan langsung final di 2002–2003 melawan Thailand, dan sekarang kita bisa ulangi lagi—bedanya, kali ini kita jadi tuan rumah. Tentu harapannya, kita bisa juara,” ujar Erick usai pertandingan.
Dua Gelandang Absen, Tapi Garuda Tetap Tangguh
Erick Thohir juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi skuad asuhan Shin Tae-yong, terutama karena absennya dua gelandang andalan, Toni dan Arkan, yang memengaruhi permainan di babak pertama.
“Kalau kita lihat, babak pertama Vietnam cukup dominan dalam penguasaan bola. Tapi di akhir pertandingan, kita bisa samakan skor dan melanjutkan ke adu penalti. Itu yang saya apresiasi. Semangat juang anak-anak luar biasa,” ungkapnya.
Ia juga memberikan pujian khusus kepada penjaga gawang Koki, yang tampil penuh percaya diri saat adu penalti.
“Koki tadi tampil bagus dan percaya diri. Suaranya juga lantang memberi semangat. Saya senang melihat itu.”
Evaluasi Tim & Edukasi Suporter: Kritik Bukan Bully
Meski meraih kemenangan penting, Erick menegaskan bahwa evaluasi tetap perlu dilakukan. Ia menyebut bahwa pertandingan melawan Vietnam ini merupakan pertemuan kedua, dan pendekatan taktik harus lebih matang.
“Ini pertemuan kedua kita dengan Vietnam. Tentu harus ada evaluasi dari performa sebelumnya. Beberapa pemain harus bisa memaksimalkan kesempatan, apalagi kalau postur mereka mendukung untuk bermain agresif dan menyerang.”
Tak kalah penting, Erick menyampaikan pesan kepada publik agar tetap memberikan dukungan positif, serta menghindari tindakan perundungan (bully) terhadap pemain.
“Kita harus bisa bedakan antara kritik dan bully. Kritik itu penting untuk kemajuan tim, tapi jangan sampai menjatuhkan. Anak-anak kita sudah bermain dengan dominan dan semangat. Sekarang saatnya kita dukung mereka lebih kuat lagi.”
Menuju Gelar Juara di Rumah Sendiri
Final yang akan digelar dalam waktu dekat menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk merebut gelar juara di kandang sendiri. Erick menilai ini adalah momen penting bagi kebangkitan sepak bola nasional, dan berharap seluruh elemen bangsa bisa bersatu mendukung Garuda Muda.
“Ini peluang besar. Kita jadi tuan rumah, atmosfernya mendukung, dan semangat pemain luar biasa. Semoga bisa kita tuntaskan dengan gelar juara,” pungkasnya.




