GROBOGAN, GEMADIKA.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyerahkan bantuan pertanian kepada petani terdampak banjir di Kabupaten Grobogan, dalam rangka peningkatan produksi padi. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (3/7/2025) di Balai Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan.
Acara dihadiri sekitar 150 peserta dan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen. Selain itu, hadir pula Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr. Yudi Sastro, dan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares.

Turut hadir jajaran Forkopimda Grobogan, Bupati Setyo Hadi, Wakil Bupati Sugeng Prasetyo, Ketua DPRD Hj. Indah Lusia Artani, serta perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, kepala OPD, distributor pupuk, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, dan para petani dari Desa Sukorejo serta sekitarnya.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif lintas sektor dalam menangani dampak banjir terhadap lahan pertanian.
“Penanganan banjir dilakukan bersama oleh Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi, Kabupaten, BBWS, Bank Indonesia, serta pihak terkait lainnya. Bantuan yang diserahkan berupa benih, alat dan mesin pertanian, serta rumah burung hantu untuk pengendalian hama tikus,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa banjir yang terjadi di wilayah Grobogan dan Demak disebabkan antara lain oleh jebolnya tanggul Sungai Lenggong dan tingginya sedimentasi saluran irigasi akibat curah hujan tinggi sejak Juni.
Bupati Grobogan, Setyo Hadi dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi dan Pusat terhadap petani di wilayahnya. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Grobogan merupakan salah satu daerah penghasil pangan utama di Jawa Tengah bahkan secara nasional, dengan lahan pertanian mencapai 124 ribu hektare.

Namun demikian, banjir yang melanda Desa Sukorejo dan sekitarnya pada akhir Mei lalu menyebabkan kerusakan cukup signifikan.
“Total lahan pertanian terdampak sekitar 27 ribu hektare, dengan di Kecamatan Tegowanu saja mencapai 373 hektare tanaman padi dan 15 hektare tembakau yang terancam gagal panen. Selain itu, 439 rumah warga juga terdampak,” jelasnya.
Bupati menyebut bantuan berupa pompa air, benih padi sebanyak 13.625 kg dan alat transplanter menjadi angin segar bagi petani untuk kembali bangkit. Ia juga mengapresiasi langkah BBWS Pemali Juana yang telah memperbaiki tanggul Sungai Renggong dan melanjutkan perbaikan di titik kritis sepanjang 1 kilometer.
Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menegaskan pentingnya menjaga ketahanan pangan sebagai bagian dari cita-cita nasional. Ia menyampaikan bahwa selama tiga tahun terakhir sektor pertanian menghadapi tantangan global seperti konflik geopolitik yang berdampak pada ekonomi.
“Meski begitu, Jawa Tengah tetap menjadi lumbung pangan utama dengan kontribusi 17 persen nasional tahun ini, naik dari 16 persen tahun lalu. Dari angka itu, 10 persen disumbangkan oleh Kabupaten Grobogan,” paparnya.
Ia mendorong semua pihak memperkuat ekosistem pertanian, termasuk dengan memperhatikan pengelolaan sampah pertanian, konservasi bantaran sungai, dan pencegahan alih fungsi lahan. Disebutkan, sekitar 8.387 hektare lahan sawah di Grobogan telah beralih fungsi.
“Kami juga mengapresiasi Bank Indonesia yang turut mendukung peningkatan produksi pertanian. Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa mendorong percepatan pemulihan sektor pertanian pascabanjir,” ujar Wagub.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada kelompok tani di beberapa desa. Adapun bantuan yang diberikan antara lain:
• Pompa air untuk Poktan Ngudi Raharjo Desa Sukorejo
• Benih padi untuk Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan
• Alat transplanter untuk Poktan Ngudi Mulyo I Desa Candisari
• 28 unit Rumah Burung Hantu (Rubuha) untuk Poktan Ngudi Makmur II Desa Mangunsari
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan peninjauan langsung area persawahan terdampak banjir oleh Wakil Gubernur bersama Forkopimda Grobogan. Acara berlangsung aman, lancar, dan penuh semangat kebersamaan.
Sumber : Dion Kodim 0717





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan