PURWOREJO, GEMADIKA.com – Ratusan personel dari berbagai instansi berdiri tegak dalam formasi apel yang penuh semangat. Ini bukan apel biasa – ini adalah momen bersejarah persiapan menghadapi ancaman bencana alam yang bisa datang kapan saja.

Komandan Kodim 0708/Purworejo, Letkol Inf Imam Purwoko, S.E., M.H.I., memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Siaga Penanggulangan Bencana yang melibatkan kekuatan gabungan TNI, Polri, BPBD, dan Satpol PP Kabupaten Purworejo. Wajah-wajah tegas para prajurit dan petugas menggambarkan keseriusan dalam misi mulia melindungi masyarakat.

Kesiapsiagaan Bukan Sekadar Slogan

Dandim 0708/Purworejo menegaskan bahwa kegiatan ini jauh dari sekadar formalitas. Ini adalah strategi nyata menghadapi realitas geografis Indonesia yang rawan bencana, khususnya Kabupaten Purworejo yang memiliki potensi ancaman beragam.

“Bentuk kesiapsiagaan kita dalam menghadapi potensi bencana, baik yang bersifat hidrometeorologis seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung, maupun bencana geologis seperti gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Letkol Inf Imam Purwoko menekankan filosofi penting di balik apel ini. Baginya, persiapan terbaik adalah ketika semua elemen sudah terlatih dan terkoordinasi sebelum bencana benar-benar terjadi.

Kolaborasi Lintas Sektor: Kunci Sukses Penanggulangan Bencana

Yang membuat apel kali ini istimewa adalah penekanan pada sinergi lintas instansi. Dandim menegaskan bahwa era penanganan bencana dengan pendekatan ego sektoral sudah harus ditinggalkan.

“Mari kita bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik untuk memberikan bantuan serta pertolongan kepada masyarakat yang terdampak bencana,” imbuhnya dengan semangat yang menular.

Lebih lanjut, Letkol Inf Imam Purwoko mengingatkan bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan koordinasi sempurna dari berbagai elemen. Mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga partisipasi aktif masyarakat.

Deteksi Dini: Mencegah Lebih Baik dari Mengobati

Salah satu poin krusial yang ditekankan Dandim adalah pentingnya sistem peringatan dini yang efektif. Dalam era teknologi modern, kemampuan memprediksi dan memantau potensi bencana menjadi senjata utama dalam meminimalkan risiko.

“Lakukan deteksi dini dan pemantauan secara aktif, baik melalui peralatan maupun laporan masyarakat, agar tindakan cepat dapat dilakukan sebelum bencana meluas,” pungkasnya dengan penuh kesungguhan.

Konsep ini mencerminkan perubahan paradigma dari reaktif menjadi proaktif dalam menghadapi ancaman bencana alam.

Komitmen Nyata untuk Purworejo

Kegiatan apel pasukan siaga ini bukan sekadar simbolis, tetapi manifestasi nyata dari komitmen Kodim 0708/Purworejo bersama seluruh stakeholder terkait dalam menjaga keselamatan 700.000 lebih jiwa penduduk Kabupaten Purworejo.

Dengan kondisi geografis yang beragam – dari dataran rendah hingga perbukitan – Purworejo memang membutuhkan kesiapsiagaan ekstra dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bencana alam. (MR Bean)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami