REMBANG, GEMADIKA.com – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, melakukan kunjungan kerja ke Desa Trahan, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Minggu (3/8/2025), guna meninjau langsung pelaksanaan program penyaluran bantuan pangan dari pemerintah kepada masyarakat kurang mampu. Kunjungan ini menjadi lebih dari sekadar agenda politik—namun juga momen penuh empati dan aksi nyata kemanusiaan.
Firman menyampaikan bahwa dirinya ingin memastikan distribusi bantuan pangan, khususnya beras, berjalan sesuai prosedur dan tidak terjadi penyimpangan di lapangan. Ia memeriksa langsung kualitas beras yang diterima warga.
“Saya turun langsung untuk memastikan tidak ada penyimpangan. Dan setelah dicek, berasnya bagus dan tidak ada pengurangan. Artinya, penyaluran di Rembang berjalan sesuai harapan,” ujar Firman.
Namun, suasana kunjungan berubah haru ketika Firman mengetahui adanya seorang warga lansia yang mengalami kelumpuhan selama tiga tahun serta pembengkakan perut yang diduga akibat penyakit liver. Lansia tersebut hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan—tidur beralas lantai rumah tanpa akses fasilitas kesehatan yang memadai.

Menanggapi hal itu, Firman langsung bertindak. Ia menghubungi Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz, dan memanggil ambulans untuk segera membawa warga lansia tersebut ke RSUD Rembang agar mendapat penanganan medis yang layak.
“Ini bukan hanya soal bantuan pangan, tapi juga soal kemanusiaan. Saya langsung koordinasikan dengan Pak Bupati agar lansia ini bisa segera dirawat di rumah sakit,” kata Firman dengan suara serius namun penuh empati.
Langkah cepat dan kepedulian Firman ini disambut antusias dan penuh haru oleh warga setempat. Mereka merasa tersentuh dan mengapresiasi tindakan konkret wakil rakyat yang hadir langsung serta tanggap terhadap kondisi riil masyarakat.
Tidak berhenti di situ, Firman juga melaporkan kejadian ini kepada Menteri Pertanian sebagai bagian dari masukan langsung dari lapangan. Ia menekankan bahwa distribusi bantuan sebaiknya disertai pemetaan kondisi kesehatan warga penerima.
“Pak Menteri harus tahu, di satu dukuh di Desa Trahan, ada warga yang lumpuh tiga tahun, perutnya membesar, hidup dalam kondisi sulit, tapi tetap merasa senang mendapat bantuan beras dari pemerintah,” tutup Firman.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa program bantuan sosial tidak hanya soal logistik, namun juga menyangkut dimensi kemanusiaan yang mendalam.
(redaksi)




