JAKARTA, GEMADIKA.com – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas akhirnya menyampaikan permohonan maaf terkait pernyataannya tentang guru yang sempat viral di media sosial dan menuai beragam tanggapan publik.
Menag mengakui bahwa potongan ucapannya telah menimbulkan kesalahpahaman hingga melukai perasaan sebagian kalangan guru. Ia menegaskan tidak pernah berniat merendahkan profesi guru, melainkan justru sangat menghormati peran besar para pendidik dalam membentuk generasi bangsa.
“Saya menyadari bahwa potongan pernyataan saya tentang guru menimbulkan tafsir yang kurang tepat dan melukai perasaan sebagian guru. Untuk itu saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Sebenarnya tidak ada niat sedikitpun bagi saya untuk merendahkan profesi guru,” ujar Menag dalam keterangan pers Kementerian Agama, Selasa (3/9/2025).
Lebih lanjut, Yaqut menegaskan profesi guru adalah profesi mulia yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Menurutnya, keberadaan guru menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan bangsa.
“Justru sebaliknya, saya ingin menegaskan bahwa guru adalah profesi yang sangat mulia. Dengan ketulusan hati, merekalah yang membentuk generasi penerus bangsa,” tambahnya.
Pernyataan yang Viral
Sebelumnya, pernyataan Menag soal guru ramai menjadi sorotan warganet setelah potongan video ucapannya beredar luas di media sosial. Banyak pihak menilai pernyataan tersebut bernada merendahkan, meski belakangan Menag menjelaskan konteks sebenarnya berbeda dari yang ditafsirkan publik.
Kemenag sendiri berharap klarifikasi dan permintaan maaf yang disampaikan Menag dapat meredakan kesalahpahaman, sekaligus menjadi momentum untuk terus menguatkan apresiasi terhadap para tenaga pendidik di Indonesia.(jp)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan