MAMASA, GEMADIKA.com Penolakan lanjutan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir/TPA di Desa Malabo kembali memanas. Pemerintah Kabupaten Mamasa mengerahkan ratusan personel gabungan TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja untuk mengamankan pengangkutan sampah ke lokasi TPA, Kamis (23/6/2026).

Pengawalan besar-besaran itu dilakukan setelah Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, dalam pernyataannya di TPA Malabo pada Kamis (16/6) lalu, menegaskan TPA tersebut akan segera difungsikan.

Di lapangan, ratusan personel gabungan memaksa meloloskan truk sampah yang menuju TPA Malabo. Truk bermuatan sampah tersebut menuju TPA diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Mamasa dalam waktu dekat.

Aksi pengawalan tersebut berbenturan dengan warga Masyarakat Adat Malabo yang melakukan penolakan. Aparat tidak ragu melakukan tindakan represif kepada warga yang berusaha menghalangi truk sampah masuk ke lokasi.

Akibat bentrokan tersebut, beberapa warga dilaporkan mengalami luka-luka.

Masyarakat Adat Malabo menolak TPA tetap beroperasi di lokasi saat ini. Mereka menilai keberadaan TPA berdampak langsung pada lingkungan dan merugikan penduduk sekitar pemukiman.bahkan belum ada pembenahan langsung dibawah tumpukan sampah yang akan merembes merusak lahan pertanian hingga sumber air bersih yang dikonsumsi warga

“Kami berharap ada peninjauan kembali. TPA dipindahkan ke tempat yang jauh dari pemukiman agar tidak berdampak pada lingkungan dan tidak merugikan warga,” ujar salah seorang perwakilan warga di lokasi aksi.

Hingga berita ini diturunkan, Pemkab Mamasa belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan pemindahan TPA dan insiden yang menimpa warga. Sementara aparat gabungan masih berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi aksi lanjutan.

Maryam Nurdianti (GEMADIKA.com)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami