MOJOKERTO, GEMADIKA.com – Tim Satreskrim Polres Mojokerto membuktikan profesionalisme mereka dengan berhasil mengungkap dan menangkap pelaku kasus pembunuhan yang menggegerkan di kawasan Pacet, Mojokerto. Hanya dalam waktu 14 jam sejak penemuan korban, pelaku berhasil diamankan.

Pelaku yang berinisial AM (24), warga Dusun Aek Paing Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, ditangkap di sebuah rumah kos di kawasan Lakarsantri, Surabaya pada dini hari Minggu (7/9/2025) sekitar pukul 01.00 WIB.

AKP Fauzy Pratama, Kasat Reskrim Polres Mojokerto menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah tim melakukan investigasi mendalam dan pemetaan yang akurat.

“Setelah terungkap identitas pelaku, kami bergerak cepat ke Surabaya. Kami juga melakukan profiling pelaku dan pemetaan. Alhamdulillah berkat kerja keras seluruh tim, kami bisa amankan pelaku,” ungkap Fauzy.

Kronologi Investigasi yang Sistematis
Kasus bermula ketika warga menemukan jasad korban di semak-semak kawasan Pacet pada Sabtu (6/9/2025) siang sekitar pukul 11.00 WIB. Tim forensik langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Breakthrough investigasi terjadi sekitar pukul 19.00 WIB ketika tim berhasil mengungkap identitas korban berkat bantuan anjing pelacak dari Unit Polsatwa Ditsamapta Polda Jawa Timur dan teknologi identifikasi modern.

Korban diidentifikasi sebagai TAS (25), seorang gadis asal Jalan Made Kidul nomor 22, Desa Made, Kecamatan/Kabupaten Lamongan. Pelaku ternyata adalah pacar korban yang bernama Alvi Maulana.

Baca juga :  Sindikat Penipuan “Meta Online” Dibongkar, Polres Purworejo Amankan Dua Pelaku dari Jakarta dan Pontianak

Keberhasilan pengungkapan identitas korban tidak lepas dari peran teknologi forensik modern dan kerja sama antar unit. Anjing pelacak jenis Labrador dari Unit Polsatwa Ditsamapta Polda Jatim berperan penting dalam menemukan barang bukti krusial.

“Pengungkapan identitas korban juga berhasil dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB setelah pihak kepolisian memindai potongan tangan yang ditemukan oleh Unit Polsatwa Ditsamapta Polda Jatim,” jelasnya.

Tim kemudian menggunakan sistem identifikasi Mambis untuk memastikan identitas korban, yang menjadi kunci pembuka kasus ini.

Saat proses penangkapan, AM sempat melakukan perlawanan terhadap petugas, sehingga tim terpaksa mengambil tindakan tegas untuk mengamankan situasi.

“Saat penangkapan, pelaku sempat melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam,” kata Fauzy dalam keterangan resmi pada Minggu (7/9/2025).

“Waktu kami tangkap ada perlawanan, hampir menyerang anggota kami memakai senjata tajam,” tambahnya kepada wartawan di Mapolres Mojokerto.

Dalam upaya mengamankan situasi, petugas terpaksa melepaskan tembakan peringatan yang mengenai kedua betis pelaku. AM kemudian segera mendapat perawatan medis sebelum menjalani pemeriksaan.

Pelaku Beraksi Sendirian
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa AM melakukan aksinya sendirian tanpa bantuan orang lain.
“Kami pastikan, pelaku melakukan pembunuhan, mutilasi, sampai membuang jasad, semuanya seorang diri,” tegas Fauzy.

Baca juga :  Awas Lupa! Kasus Dugaan Pelecehan Santriwati di Sedan Masih Menggantung Hingga Mei 2026

Hal ini menjadi fokus utama penyidikan untuk memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat atau membantu dalam kasus ini.

Saat ini, AM telah diamankan di Satreskrim Polres Mojokerto untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut. Petugas akan menggali motif pembunuhan dan kronologi lengkap peristiwa tersebut.

“Pelaku saat ini sudah kami amankan di Satreskrim Polres Mojokerto untuk kami lakukan penyidikan dan pemeriksaan,” tandas Kasat Reskrim.

Tim penyidik akan bekerja sama dengan unit forensik dan tim psikologi untuk mendapatkan gambaran lengkap kasus ini sebelum berkas diserahkan ke kejaksaan.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini dalam waktu singkat menunjukkan profesionalisme dan dedikasi tim Polres Mojokerto. Koordinasi yang solid antara berbagai unit, mulai dari tim forensik, unit K9, hingga tim lapangan, menjadi kunci sukses operasi ini.

Penggunaan teknologi forensik modern seperti sistem identifikasi Mambis dan bantuan anjing pelacak membuktikan bahwa kepolisian terus berinovasi dalam metode investigasi untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya. (****)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami