MEDAN, GEMADIKA.com –Ratusan warga Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, kembali menyuarakan tuntutan pemberhentian Kepala Desa Herianto. Pada Kamis (11/9/2025), massa menggelar aksi damai di depan Kantor Kejaksaan Cabang Labuhan Deli. Mereka membawa spanduk berisi seruan dukungan terhadap aparat hukum agar menuntaskan kasus dugaan korupsi dana desa yang menyeret nama sang kepala desa.

Aksi tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan ketat dari personel Kepolisian KP3 Belawan. Dalam orasinya, para warga menegaskan bahwa mereka memberi dukungan penuh kepada Kejaksaan Cabang Labuhan Deli untuk mempercepat proses hukum yang tengah berjalan.

Baca juga :  Perkuat Sinergi, Lapas Labuhan Ruku Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers di Batu Bara

Tidak lama setelah menyampaikan aspirasi, pihak kejaksaan menerima perwakilan warga untuk berdialog langsung dengan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Labuhan Deli beserta jajarannya.

Dalam audiensi itu, warga mempertanyakan perkembangan kasus hukum yang menjerat Herianto. Menjawab hal tersebut, Kacabjari menjelaskan bahwa kejaksaan masih menunggu laporan hasil penyidikan dari Inspektorat Kabupaten Deli Serdang, yang hingga kini belum diserahkan.

Selain dugaan korupsi dana desa, warga juga mengungkap adanya sejumlah persoalan lain yang diduga melibatkan kepala desa. Antara lain:

Pungutan liar dalam pengurusan surat ahli waris atas nama almarhumah Sutina dengan biaya Rp3 juta.

Pungutan liar untuk pembuatan Surat Keterangan Tanah (SKT) sebesar Rp2,3 juta.

Baca juga :  Harkitnas ke-118: Indonesia Bangkit Hari Ini — Bukan Hari Libur, tapi Penuh Makna!

Penjualan tanah di Dusun III Jalan Sayur yang diklaim milik warga, namun dijual oleh kepala desa kepada pemilik pabrik arang.

Menanggapi aduan tersebut, pihak kejaksaan menegaskan bahwa selain menunggu laporan terkait dana desa, mereka juga tengah melakukan penyelidikan atas dugaan pungutan liar yang dilaporkan warga.

Usai audiensi, warga dan pihak kejaksaan sepakat menunggu hasil penyidikan lebih lanjut. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib, seraya menegaskan komitmen untuk menjaga suasana damai dalam memperjuangkan aspirasi mereka.(Selamet)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami