GROBOGAN, GEMADIKA.com – Ungkapan “gatal tapi enak” kerap melekat pada tanaman iles-iles atau porang. Namun, di tangan Mbah Hadi Waluyo, tokoh masyarakat sekaligus pengusaha asal Dusun Dlingo, Desa Juworo, Kecamatan Geyer, Grobogan, tanaman tersebut justru menjadi sumber keberkahan dan kesejahteraan bagi banyak orang.
Pada Jumat (3/10/2025), tim Gemadika.com berkesempatan berkunjung ke kediaman Mbah Hadi yang dikenal sebagai pengusaha sukses porang. Ia telah menggeluti usaha ini sejak lama, mulai dari pembibitan hingga proses panen. Dibutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk membesarkan porang hingga siap dipanen.
Dari Tanaman Mentah Jadi Produk Bernilai Tinggi

Menariknya, hasil panen tersebut tidak langsung dijual dalam bentuk mentah, melainkan diolah menjadi berbagai produk turunan seperti beras porang dan mie porang. Seluruh produk dikerjakan oleh tenaga profesional sehingga menghasilkan kualitas yang baik dan diminati pasar.
Memberdayakan Warga Desa

Tak hanya berdampak pada keuntungan pribadi, usaha porang yang dijalankan Mbah Hadi juga mampu menyerap banyak tenaga kerja, khususnya dari Dusun Dlingo dan sekitarnya. Kehadiran usaha ini membuat roda perekonomian desa ikut bergerak sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.
Menembus Pasar Internasional
Produk olahan porang hasil tangan Mbah Hadi kini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar internasional, termasuk Hongkong, Tiongkok, dan Taiwan.
Dengan kesederhanaannya, Mbah Hadi membuktikan bahwa potensi lokal dapat bersaing di kancah global jika dikelola dengan serius dan profesional. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk mengembangkan potensi pertanian desa sehingga mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Reporter Gemadika.com: Joko Purnomo




