BANGKALAN, GEMADIKA.com – Dua benda peninggalan sejarah berharga di Museum Type C Cakraningrat Bangkalan dilaporkan hilang pada, Senin pagi (04/08/25) dua bulan silam. Hilangnya Lempeng Kuningan Gamelan dan Lonceng tersebut, hingga berita ini diturunkan masih belum ada perkembangan yang signifikan.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kabupaten Bangkalan Hendra Gemma Dominant saat di temui di ruangan kerjanya menjelaskan kronologi hilangnya dua artefak bersejarah dari Museum Cakraningrat Bangkalan.

Jumat (01/08/25) sore sebelum akhir pekan staf museum masih melihat dua artefak itu berada di tempatnya. Namun, karena museum tutup pada Sabtu dan Minggu, tidak ada aktivitas staf di lokasi. Ketika staf kembali pada Senin pagi, dua artefak telah hilang.

Gamelan Ratna Dumilah doc. sebelum hilangnya lembengan kuningan pada gamelan.

“Begitu diketahui ada koleksi museum ada yang hilang saya menyarankan kepada staf untuk tidak memengang sekitar barang yang hilang dengan tujuan sebagai alat penyelidikan pihak kepolisian, cukup di dokumentasi saja,” tegas Hendra saat di konfirmasi awak media. Senin (13/10/25).

Kemudian Hendra segera menyampaikan kejadian tersebut kepada Plt Kepala Disbudpar Bangkalan Eko Setiawan.

Baca juga :  Peternakan Unta di Mojokerto Viral, Warga Heboh Lihat “Hewan Gurun” di Jawa Timur

“Setelah Pak Eko mengetahui ada yang hilang di Museum, kemudian Pak Eko melanjutkan laporannya ke Bapak Wabub dan Bapak Bupati Bangkalan, kemudian diteruskan ke pihak Kepolisian,” jelasnya

Tak menunggu lama 7 personil dari tim forensik Polres Bangkalan langsung turun ke museum.

“Hari itu juga pemeriksaan awal dilakukan oleh tim forensik, kemudian saya diminta keterangan dan di suruh cek ulang selain dua artefak tersebut khawatir ada barang yang hilang lagi,” ungkapnya.

Setelah lima hari dari penyelidikan awal, kemudian kami semua di panggil secara bergantian untuk di minta keterangan.

“Mulai dari saya, waker, beberapa penanggung jawab museum dan juru kunci museum juga di minta keterangan. Kala itu memang dari pihak Polres Bangkalan lagi banyak menangani kasus sehingga penanganan di Museum agak telat,” tuturnya.

Selain menunggu dari polres karena masih tahap penyidikan, usaha lain sudah kami upayakan.

“Hingga saat ini kami tidak putus kontak dengan pihak polres, selalu follow up terkait perkembangan penyelidikan di polres. Selain itu kami juga sempat coba dengan minta tolong kepada orang yang memiliki kemampuan supranatural, namanya juga ikhtiar,” pungkasnya.

Baca juga :  Viral Pernikahan ‘Sultan’ di Malang, Pengantin Bagi-Bagi Uang ke Ribuan Tamu

Terkait sistem keamanan museum, Hendra mengakui perlunya peningkatan. Saat ini penjagaan dan piket sudah berjalan, namun belum dilengkapi dengan fasilitas seperti CCTV dan tralis besi. Evaluasi sedang dilakukan, dan rencana pengadaan sistem keamanan tambahan akan mulai direalisasikan tahun depan.

“Kami sedang mengusulkan pemasangan CCTV dan pembangunan tralis besi untuk seluruh gedung museum,” tambahnya.

Hendra berharap, semoga si pencuri cepat mengaku dan siap mempertanggung jawabkan di muka umum, terhadap tindak pidana yang di lakukan.

“Ini merupakan tanggung jawab kita semua baik pemerintah ataupun masyarakat untuk meningkatkan mekanisme prefentif untuk mencegah hal ini terjadi lagi di masa yang akan datang,” tutupnya.

Perlu di ketahui untuk lonceng yang hilang merupakan lonceng bekas benteng pertahanan Bangkalan yang berfungsi sebagai pemanggil prajurit untuk berkumpul. Sedangkan Gamelan Ratna Dumilah merupakan perangkat kesenian Abad ke-18 yang digunakan untuk penobatan dan untuk menyambut tamu agung. (Nardi)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami