JAKARTA, GEMADIKA.com – Mengelola dan menyimpan uang dengan efektif bisa membantu mencapai kestabilan finansial. Meski demikian, hal tersebut tidaklah mudah, apalagi di tengah berbagai kebutuhan dan godaan untuk berbelanja yang terus mengintai dari media sosial hingga marketplace.
Mengelola uang dengan bijak adalah keterampilan penting yang perlu dikuasai oleh semua orang. Hal ini ternyata bisa dipelajari dari warga Jepang yang memiliki satu filosofi keuangan yang disebut kakeibo (dibaca: kah-keh-bo).
Apa Itu Kakeibo?
Kakeibo adalah metode pengelolaan keuangan terkenal yang banyak dipraktikkan para ibu rumah tangga di Jepang sejak lebih dari seabad yang lalu.
Metode ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1904 oleh seorang jurnalis perempuan bernama Makoto Hani menjadikannya sebagai salah satu metode budgeting tertua yang masih relevan hingga kini.
Pada 2017, kakeibo kembali dipopulerkan ke seluruh dunia melalui sebuah buku yang ditulis oleh Fumiko Chiba berjudul Kakeibo: The Japanese Art of Saving Money. Buku ini menjadi bestseller dan membuat metode kakeibo dikenal luas di berbagai negara.
Teknik ini diyakini mampu membuat uang cepat terkumpul karena mengedepankan kesadaran penuh (mindfulness) dalam setiap keputusan finansial yang diambil.
7 Pertanyaan Penting Sebelum Membeli Sesuatu
Menurut metode kakeibo, Anda harus bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut sebelum membeli sesuatu:
1. Bisakah saya hidup tanpa barang ini? Pertanyaan ini membantu membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants).
2. Berdasarkan situasi keuangan saya saat ini, apakah saya mampu membelinya? Evaluasi kondisi finansial secara jujur sebelum mengambil keputusan.
3. Apakah saya akan benar-benar menggunakannya? Hindari membeli barang yang hanya akan berakhir menumpuk di lemari.
4. Apakah saya punya tempat untuk itu? Pertimbangan praktis tentang ruang penyimpanan juga penting.
5. Bagaimana saya pertama kali menemukan barang ini? Apakah karena melihatnya di Instagram? Atau menemukan setelah berjalan-jalan di mall karena bosan? Menyadari pemicu (trigger) pembelian membantu mengendalikan impulsif buying.
6. Bagaimana keadaan emosi saya hari ini? Apakah sedang tenang, stres, lega, atau merasa buruk tentang diri sendiri? Emotional spending adalah musuh terbesar keuangan yang sehat.
7. Bagaimana perasaan saya tentang membelinya? Senang? Bersemangat? Biasa saja? Dan berapa lama perasaan ini akan bertahan? Jika kegembiraan hanya sesaat, kemungkinan besar itu bukan pembelian yang bijak.
6 Cara Menabung Ala Orang Jepang dengan Metode Kakeibo
Selain tujuh pertanyaan tersebut, Kakeibo juga mengajarkan cara menabung yang efektif untuk mengelola keuangan, sebagaimana berikut ini:
1. Mencatat Seluruh Pemasukan
Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencatat seluruh pemasukan setiap awal bulan, baik dari pemasukan rutin seperti gaji bulanan maupun penghasilan tambahan seperti bonus, fee proyek sampingan, atau passive income lainnya.
Metode Kakeibo menyarankan Anda untuk mencatat keuangan dengan cara menulis menggunakan pena atau pensil di buku agar Anda benar-benar meresapi apa yang Anda catat. Menulis dengan tangan terbukti meningkatkan kesadaran finansial dibandingkan hanya mengetik di aplikasi.
2. Nabung Dulu, Baru Alokasi Dana ke Beberapa Pos
Metode Kakeibo menyarankan Anda untuk menyisihkan terlebih dahulu uang yang akan ditabung, baru mengalokasikan sisanya ke beberapa pos pengeluaran. Prinsip ini dikenal dengan “Pay Yourself First”.
Dalam metode Kakeibo, ada empat kategori pos pengeluaran:
• Survival (Kebutuhan Pokok) Biaya makan, tagihan listrik/air, cicilan, transportasi, dan kewajiban lainnya yang tidak bisa ditunda.
• Optional (Kebutuhan Sekunder) Hiburan, makan di luar, langganan streaming, kafe, dan kebutuhan gaya hidup lainnya.
• Culture (Pengembangan Diri) Kebutuhan untuk tambahan wawasan, contohnya buku, kursus online, film, majalah, konser musik, dan investasi untuk pengembangan diri.
• Extra (Pengeluaran Tak Terduga) Pengeluaran lainnya seperti beli kado untuk ulang tahun teman anak, uang melayat tetangga, sumbangan, dan keperluan mendadak lainnya.
3. Tunggu 24 Jam Sebelum Membeli Barang
Orang Jepang biasanya melakukan pertimbangan yang cukup lama sebelum memutuskan untuk membeli barang. Cobalah untuk tidak membiasakan diri langsung membeli barang yang disukai setelah melihatnya.
Pikirkan terlebih dahulu setidaknya satu hari penuh untuk melihat apakah barang itu hanya sebatas keinginan atau benar-benar kebutuhan.
Bila Anda masih berpikir tentang barang itu setelah satu hari, barang memang sesuai kebutuhan, dan keuangan mencukupi, barulah belilah barang tersebut.
Teknik ini sangat efektif untuk menghindari impulse buying yang sering terjadi saat belanja online di tengah malam atau saat ada flash sale.
4. Sering-Sering Cek Saldo Rekening
Sering memeriksa sisa saldo rekening yang tersisa dapat membantu Anda untuk mengontrol keuangan. Sebab, hal itu akan membantu Anda untuk fokus dalam mengatur jumlah uang yang harus dikeluarkan dan menghindari defisit di akhir bulan.
Buatlah kebiasaan untuk mengecek saldo minimal sekali sehari, terutama setelah melakukan transaksi.
5. Membuat Pengingat di Dompet
Salah satu trik menarik yang bisa dilakukan untuk menabung adalah menyisipkan catatan pengingat di dompet dengan tulisan seperti: “Apakah kamu BENAR-BENAR membutuhkan barang ini?” atau “Pikirkan tabunganmu!”
Dengan demikian, Anda akan terus ingat untuk selalu melakukan pertimbangan sebelum melakukan transaksi belanja. Anda juga bisa membuat wallpaper handphone dengan reminder serupa.
6. Bertransaksi Pakai Uang Tunai
Bertransaksi menggunakan kartu debit atau kredit sering kali membuat seseorang tidak sadar dengan jumlah uang yang dikeluarkan. Fenomena ini disebut “cashless pain”, rasa sakit berkurang saat tidak melihat uang fisik keluar dari dompet.
Maka dari itu, cobalah untuk bertransaksi dengan uang tunai agar Anda bisa lebih sadar tentang berapa nominal yang sudah dikeluarkan untuk berbelanja. Melihat uang fisik berkurang membuat otak kita lebih aware terhadap pengeluaran.
Mengapa Kakeibo Efektif?
Metode Kakeibo efektif karena menggabungkan beberapa prinsip psikologi keuangan yang terbukti berhasil:
• Mindfulness: Kesadaran penuh dalam setiap keputusan finansial • Delayed Gratification: Menunda kepuasan instan untuk kebaikan jangka panjang
• Visual Tracking: Menulis dengan tangan meningkatkan kesadaran • Emotional Awareness: Mengenali pemicu emosional dalam berbelanja
• Simplicity: Metode yang mudah dipahami dan diterapkan
Dengan menerapkan metode kakeibo secara konsisten, banyak orang berhasil meningkatkan tabungan mereka hingga 30-35% dari penghasilan bulanan. Kunci utamanya adalah konsistensi dan kesadaran dalam setiap keputusan finansial yang diambil.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan