JAKARTA, GEMADIKA.com – Dua hari pascaledakan yang mengguncang lingkungan SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, kondisi korban masih menjadi perhatian serius. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengungkapkan bahwa dua korban masih berjuang di ruang perawatan intensif (ICU) dan membutuhkan penanganan medis khusus.
Informasi terkini disampaikan Kapolri usai melakukan kunjungan langsung ke Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih pada Sabtu (8/11/2025). Dalam jumpa pers yang digelar di rumah sakit tersebut, Listyo memberikan gambaran lengkap mengenai kondisi para korban ledakan yang terjadi Jumat (7/11/2025) siang kemarin.
“Secara umum kondisi korban sudah 12 orang yang saat ini dirawat inap, sementara dua masih dirawat ICU karena perlu ada penanganan khusus,” ujar Listyo saat konferensi pers.
Dari total 96 korban yang sempat dilarikan ke berbagai rumah sakit pascakejadian, kini tersisa 29 orang yang masih menjalani perawatan medis. Mereka tersebar di tiga rumah sakit, yakni RS Islam Jakarta Cempaka Putih sebanyak 14 orang, RS Yarsi 14 orang, dan RS Pertamina Jaya 1 orang. Sisanya, sebanyak 67 korban telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
“Sehingga total yang masih dirawat ada kurang lebih 29 dari 96,” kata Sigit saat memberikan keterangan di RS Islam Cempaka Putih. “Dan sisanya kemarin sudah bisa pulang dan mungkin juga dilaksanakan rawat jalan.”
Melihat dampak psikologis yang mungkin dialami para korban dan saksi mata, kepolisian bersama sejumlah pihak terkait tengah membangun pusat pemulihan trauma. Langkah ini diambil untuk memastikan korban tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga mental.
“Nanti kerja sama dengan KPAI, dengan dokter dan psikolog yang diperlukan sehingga kemudian bisa memberikan bantuan apabila ada keluhan yang memang bisa kita berikan pelayanan di trauma healing. Kemudian di sekolah kita juga ada,” sambung Listyo menjelaskan program pendampingan yang akan dijalankan.
Terkait pelaku, Kapolri mengonfirmasi bahwa terduga pelaku merupakan siswa dari SMAN 72 Kelapa Gading itu sendiri. Saat ini, siswa yang diduga pelaku juga tengah mendapat perawatan medis dan kondisinya berangsur membaik, meski belum bisa diperiksa secara intensif.
“Terduga pelaku saat ini merupakan salah satu siswa ya di SMA tersebut. Sementara yang dirawat di ICU memang membutuhkan perawatan khusus tidak boleh berinteraksi dengan masyarakat,” tandas Listyo.
Pihak kepolisian masih terus mendalami berbagai aspek terkait kejadian ini, termasuk identitas, lingkungan, hingga tempat tinggal terduga pelaku. Ledakan yang terjadi pada Jumat (7/11/2025) siang itu tidak memakan korban jiwa, namun mengakibatkan puluhan siswa mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
“Informasi sementara masih dari lingkungan sekolah tersebut. Iya (pelajar),” kata Listyo sebelumnya di teras Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025).
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap kejadian yang menggegerkan dunia pendidikan Indonesia tersebut.




