BANDA ACEH, GEMADIKA.com – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Aula Politeknik Aceh, Banda Aceh, pada Minggu (9/11/2025).
Ratusan warga Nagan Raya yang bermukim di Banda Aceh dan Aceh Besar berkumpul merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2025 Masehi.
Acara yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Nagan Raya (IKNR) Banda Aceh ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. Kehadiran beliau menambah semarak perayaan yang telah menjadi tradisi tahunan warga Nagan Raya di perantauan.
Apresiasi Tinggi untuk Kebersamaan Warga Perantauan
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa TRK menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam kepada seluruh warga Nagan Raya di perantauan. Meskipun berada jauh dari kampung halaman, semangat kekeluargaan dan kepedulian terhadap daerah asal tetap terjaga dengan baik.
“Kebersamaan seperti inilah yang menjadi modal sosial penting dalam memperkuat persaudaraan, memperluas jejaring, dan mendukung pembangunan daerah,” katanya dengan penuh kebanggaan.
Bupati TRK juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para orang tua terdahulu. Menurutnya, tradisi ini bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat jati diri masyarakat Nagan Raya.
Ingatkan Tata Cara Kenduri Maulid
Dalam kesempatan tersebut, Bupati TRK turut mengingatkan kembali surat edaran pemerintah daerah terkait tata cara pelaksanaan kenduri Maulid. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga tradisi yang baik sambil memastikan pelaksanaan yang lebih efektif dan sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal.
“Pada awal kepemimpinan kami telah mengeluarkan surat edaran, di antaranya agar makan kenduri Maulid dilaksanakan di tempat acara. Bila ada kelebihan setelah kenduri, barulah boleh dibawa pulang,” pungkasnya.
Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi pemborosan sekaligus menjaga kehikmatan acara kenduri yang dilaksanakan.
46 Idang Meulapeh dan Santunan Anak Yatim
Ketua IKNR Banda Aceh, H. Drs. Dermawan, M.M., mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme warga dalam meramaikan perayaan Maulid tahun ini.
Terbukti dari terkumpulnya idang meulapeh khas Nagan Raya sebanyak 46 idang, yang mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tinggi.
“Selain kenduri, kegiatan juga diisi dengan penyerahan santunan kepada 43 anak yatim, masing-masing menerima satu paket bantuan dan uang tunai sebesar Rp500 ribu per orang,” ungkap Dermawan dengan bangga.
Aksi sosial ini menjadi salah satu rangkaian yang paling ditunggu dalam perayaan Maulid. Wajah ceria anak-anak yatim yang menerima bantuan menjadi pemandangan yang menyentuh hati para hadirin.
Tausiah dan Zikir Maulid Meriah
Rangkaian acara semakin khidmat dengan tausiah yang disampaikan oleh Dr. Tgk. H. A. Mufakhir, M.A. Beliau menyampaikan pesan-pesan keagamaan tentang pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Acara juga dimeriahkan oleh penampilan Grup Zikir Maulid Ippelmasra Banda Aceh yang membawakan lantunan zikir dan syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Suasana semakin syahdu dan membawa para hadirin dalam suasana spiritual yang mendalam.
Hadiri Tokoh dan Pejabat Terkemuka
Kegiatan bergengsi ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh dan pejabat penting dari Nagan Raya dan Banda Aceh. Di antaranya Anggota DPR RI asal Nagan Raya, Drs. H.T. Zulkarnaini, serta Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, S.T.
Pimpinan DPRK Nagan Raya yang diwakili oleh Saiful Thaib dari Fraksi PPP juga turut hadir memberikan dukungan. Sejumlah tokoh akademisi dan ulama asal Nagan Raya turut memeriahkan acara, seperti Prof. Dr. Syahrizal Abbas, Prof. Dr. Eka Srimulyani, Drs. H. Helmi Z. Yunus, dan Drs. H. Rutni M. Saleh, beserta tamu undangan lainnya.
Kehadiran para tokoh ini menunjukkan betapa eratnya hubungan emosional antara warga Nagan Raya di perantauan dengan kampung halaman mereka. Acara ditutup dengan doa bersama untuk kemakmuran dan kemajuan Nagan Raya serta keselamatan seluruh umat Islam. (Rahmat P Ritonga)




