JAKARTA, GEMADIKA.com – PT PLN Insurance menunjukkan keseriusannya dalam membangun hubungan yang lebih erat dengan para nasabah melalui sebuah kegiatan edukatif dan interaktif. Perusahaan asuransi yang berada di bawah naungan PLN Group ini menggelar acara bertajuk “Sharing Is Caring” sebagai wujud nyata komitmen untuk tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga berbagi pengetahuan dengan nasabah.
Acara yang digelar di Jakarta ini menjadi ajang penting bagi PLN Insurance untuk memperkuat literasi asuransi sekaligus mendengarkan langsung kebutuhan dan harapan para nasabahnya, baik yang berasal dari lingkungan PLN Group maupun dari luar.
Budaya Berbagi Pengetahuan dan Kepedulian
Kepala Cabang PLN Insurance Jakarta, Teuku Muhajir, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang khusus untuk menumbuhkan budaya berbagi di antara perusahaan dan nasabah.
“Gelaran ini juga guna menumbuhkan budaya berbagi pengetahuan dan kepedulian terhadap nasabah,” ujar Muhajir dikutip dari keterangannya, Jumat, (7/11/2025).
Menurutnya, acara seperti ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap nasabah memahami dengan baik produk asuransi yang mereka miliki, sehingga manfaat perlindungan bisa dirasakan secara maksimal.
Asuransi Bukan Hanya Soal Premi, Tapi Juga Pelayanan
Presiden Direktur PLN Insurance, Moch Hirmas Fuady, menyampaikan filosofi perusahaan yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk semata.
“PLN Insurance tidak hanya hadir untuk melindungi, tetapi juga untuk mendengarkan, berbagi, dan tumbuh bersama nasabah. Peningkatan literasi asuransi bagi para tertanggung agar manfaat perlindungan yang dimiliki dapat dimaksimalkan ditegaskan sangatlah penting bagi perusahaan,” tegasnya.
Hirmas menekankan bahwa pemahaman yang mendalam tentang asuransi adalah kunci agar perlindungan yang diberikan benar-benar bernilai bagi nasabah.
“Pemahaman yang mendalam mengenai produk, layanan, dan proses klaim merupakan kunci agar asuransi benar-benar memberikan nilai bagi nasabah,” kata Hirmas.
Dialog Interaktif: Menyerap Aspirasi Langsung dari Nasabah
Lebih dari sekadar acara sosialisasi, kegiatan “Sharing Is Caring” ini juga menjadi wadah bagi PLN Insurance untuk mendengarkan langsung masukan dari para nasabah. Melalui dialog interaktif, peserta dapat memberikan umpan balik terkait layanan dan produk yang telah mereka gunakan.
“Apa sih yang dikehendaki oleh tertanggung? Apa yang bisa disiapkan dan disediakan oleh asuransi saja. Asuransi ini tidak hanya masalah premi, tetapi juga after sales yaitu klaim,” katanya.
Hirmas menegaskan bahwa kepercayaan adalah fondasi utama dalam bisnis asuransi. Karena itu, PLN Insurance berkomitmen untuk terus membangun dan menjaga kepercayaan tersebut dengan sebaik mungkin.
“Sinergi dengan baik karena asuransi adalah kepercayaan. Karena itu perlu untuk terus dibangun kepercayaan dengan sebaik mungkin,” ujarnya.
Fokus pada Kebutuhan Tertanggung, Bukan Sekadar Premi
Hirmas menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini bukan semata-mata mengejar target premi, melainkan memastikan bahwa produk asuransi yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan nasabah.
“Sementara tujuan dari kegiatan ini bukan hanya soal premi, tetapi juga memenuhi apa yang menjadi keinginan tertanggung. Apa sih asuransi-asuransi yang tepat untuk tertanggung. Baik itu tertanggung oleh corporate perusahaan maupun tertanggung oleh perorangan,” katanya lagi.
Pendekatan customer-centric ini menjadi strategi PLN Insurance untuk memastikan setiap nasabah mendapatkan solusi perlindungan yang paling optimal sesuai dengan profil dan kebutuhan mereka.
Targetkan Jadi Market Leader Asuransi Energi
PLN Insurance juga memiliki visi besar untuk menjadi pemimpin pasar di industri asuransi bidang energi. Dengan PLN sebagai induk perusahaan yang bergerak di sektor energi ketenagalistrikan, PLN Insurance memiliki keunggulan kompetitif yang kuat.
“PLN Insurance optimis menjadi market leader untuk industri asuransi di bidang energi. Karena captive mereka adalah PLN, yang bergerak di dalam energi ketenagalistrikan. Sehingga semua asuransi yang terkait dengan energi ketenagalistrikan bisa dicover oleh PLN Insurance secara keseluruhan,” tegas Hirmas.
Komisaris Independen PLN Insurance, Mulyadi Siregar, menambahkan bahwa strategi perusahaan saat ini adalah fokus mengoptimalkan bisnis captive PLN terlebih dahulu sebelum melakukan ekspansi ke segmen lain.
“Kita fokus di bisnis captive PLN dulu. Ini sudah kita grab sesuai arahan pemegang saham. Lalu kita spread ke bisnis lain di luar itu,” kata Komisaris Independen PLN Insurance Mulyadi Siregar.
Talkshow Hadirkan Narasumber Kompeten
Dalam sesi talkshow “Sharing Is Caring: Sosialisasi Product Knowledge PLN Insurance”, acara ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya.
Selain Komisaris Independen PLN Insurance Mulyadi Siregar dan Presiden Direktur PLN Insurance Hirmas Fuady, hadir juga Direktur Teknik, Quality Assurance and Quality Control PLN Insurance Muslihun, serta Dosen STMA Trisakti yang juga Asesor LSP Perasuransian Syariah dan Wakil Ketua Islamic Insurance Society, Mokhamad Nasyubun.
Para narasumber membahas berbagai topik penting, mulai dari transformasi layanan PLN Insurance, strategi peningkatan kualitas produk, hingga inovasi terkini di sektor asuransi umum. Diskusi yang berlangsung interaktif ini memberikan wawasan mendalam kepada para peserta tentang dinamika industri asuransi dan bagaimana PLN Insurance terus berinovasi untuk memberikan layanan terbaik.
Momentum untuk Berinovasi dan Meningkatkan Layanan
Menutup acara, Hirmas menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat membawa dampak positif jangka panjang bagi hubungan PLN Insurance dengan para nasabahnya.
“Kami berharap acara ini dapat memperkuat kepercayaan dan loyalitas nasabah terhadap PLN Insurance, sekaligus menjadi momentum untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik,” kata Hirmas.
Dengan inisiatif seperti “Sharing Is Caring”, PLN Insurance membuktikan bahwa perusahaan asuransi modern tidak hanya berbicara tentang klaim dan premi, tetapi juga tentang membangun hubungan yang bermakna dengan nasabah melalui edukasi, dialog, dan kepedulian.




