BLORA, GEMADIKA.com – Duka mendalam menyelimuti Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Qur’an Al Maa’uun Blora. Aktivitas rutin mencari kerang di tepi Sungai Lusi berakhir tragis, Kamis (12/12/2024) pagi. Delapan santriwati terseret arus deras sungai yang memisahkan Kelurahan Kedungjenar dengan wilayah lainnya.
Kabar menggembirakan datang ketika tiga santriwati berhasil diselamatkan setelah tubuh mereka tersangkut batang pohon di tengah sungai. Namun, lima lainnya belum beruntung.
Tim gabungan menemukan dua korban tak bernyawa pada siang hingga siang hari. NC (15), warga Jepon, ditemukan pertama kali sekitar 200 meter dari lokasi kejadian pada pukul 13.00 WIB. Disusul NAS (16) dari Kunduran yang dievakuasi 600 meter lebih jauh sekitar pukul 14.10 WIB.
“Korban kedua NAS (16) warga Kunduran ditemukan sekitar 600 meter dari lokasi awal kejadian. Sebelumnya, sekitar pukul 13.00 WIB, korban pertama NC (15) warga Jepon ditemukan berjarak 200 meter dari titik kejadian,” ungkap Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, dilansir Suara Indonesia.
Perjuangan Mencari Tiga Korban
Hingga sore, nasib CPM (16), AF (13), dan SR (12) masih menjadi tanda tanya. Ratusan personel dari BPBD Blora, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet dan penyelaman manual.
Arus deras Sungai Lusi menjadi tantangan terbesar. Antisipasi dilakukan dengan memasang empat jaring penangkap di sepanjang aliran sungai untuk mencegah korban terseret terlalu jauh.
Wawan meminta dukungan doa dari masyarakat.
“Kami berupaya maksimal menemukan para korban lainnya. Mohon doa masyarakat agar semuanya segera ditemukan,” ujarnya.
Pencarian diperluas hingga radius ratusan meter dari titik awal. Jika kondisi memungkinkan, posko SAR gabungan akan didirikan sebagai pusat koordinasi dan informasi bagi keluarga korban.
Licin dan Deras
Musibah terjadi sekitar pukul 06.30 WIB saat para santriwati turun ke tepi sungai mencari kerang. Tepian yang licin membuat mereka kehilangan pijakan. Arus yang kuat langsung menyeret delapan santriwati ke tengah sungai.
Tiga di antaranya sempat bertahan dengan berpegangan pada batang pohon hingga berhasil dievakuasi. Lima lainnya terseret lebih jauh oleh derasnya air Sungai Lusi. (*)




