SIBOLGA, GEMADIKA.com – Tangisan para karyawan minimarket menggambarkan kepiluan pascabencana banjir dan longsor di Sibolga, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Mereka hanya bisa pasrah menyaksikan toko tempat mereka bekerja dijarah warga pada akhir pekan lalu.

Video viral di TikTok @fitrahananda89 merekam momen menyayat hati tersebut. Sejumlah karyawan berseragam terlihat menangis tersedu-sedu ketika massa mengambil barang dari rak toko.

“Karyawan dan manager alpamidi Sarudik menangis penjarahan oleh masyarakat tanpa bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa pasrah,” tulis akun tersebut.

Seorang karyawan perempuan berseragam hijau bahkan memohon bantuan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, penjarahan terjadi karena warga kelaparan akibat bantuan makanan belum sampai ke Sibolga.

“Pak Presiden Prabowo tolong masyarakat Sibolga Tapteng kelaparan. Jadi itu orang satu-satu datang ke supermarket,” katanya.

Penjarahan terjadi di beberapa lokasi, termasuk Alfamidi di Jalan Sisingamangaraja dan tiga gerai Alfamart di Jalan Imam Bonjol, Jalan Suprapto, dan Jalan Merpati. Aksi serupa juga meluas ke Kabupaten Tapanuli Tengah.

Polisi menangkap 16 pelaku penjarahan. Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Sumatera Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Siti Rohani, merinci tersangka yang diamankan yakni MHH (20), SS (24), AZ (27), ZR (24), OFH (18), ART (19), DH (20), ISS (18), A (18), MS (18), BA (18), ER (21), DAM (18), ABS (18), D (18), dan BNH (17).

“Mereka karena mengambil sejumlah barang, mulai dari minuman kemasan, sosis, gula, sabun, hingga makanan ringan,” kata Siti, Senin, 1 Desember 2025.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi Ferry Walintukan menambahkan, pihaknya telah menambah personel untuk mencegah penjarahan susulan.

“Ya, ada kami mengirim pers Brimob dalam rangka penebalan,” kata Ferry, dikutip dari viva.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami