BATU BARA, GEMADIKA.com – Warga Desa Kandangan, Kecamatan Laut Tador, Kabupaten Batu Bara mendesak pemerintah segera memperbaiki jembatan bayley (gantung) yang rusak diterjang banjir beberapa waktu lalu. Kerusakan tersebut membuat jembatan nyaris putus dan membahayakan warga yang melintas setiap hari.
Jembatan bayley yang membentang di atas aliran Bah Hapal itu merupakan akses vital bagi lebih dari 1.600 warga, termasuk anak-anak sekolah, petani, dan pekerja pabrik yang bergantung pada jembatan tersebut untuk menuju desa lain.
Ani (41), warga setempat, mengaku khawatir kondisi jembatan yang terus miring dan turun ke bawah dapat menimbulkan korban jiwa.
“Sungainya sangat lebar dan dalam, sehingga anak-anak yang hendak sekolah takut melaluinya,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah segera bertindak agar tidak terjadi kecelakaan akibat kondisi jembatan yang semakin parah.
Sementara itu, Kepala Desa Kandangan, Suratmin, membenarkan bahwa jembatan mengalami kemiringan usai banjir besar melanda kawasan tersebut.

“Air sungai yang meluap membawa sampah dan kayu. Akibatnya jembatan menjadi miring dan nyaris putus,” jelasnya, Kamis (11/12/2025).
Menurut Suratmin, jika jembatan benar-benar putus, lebih dari 10 dusun akan terisolasi. Warga harus memutar jauh melalui jalur Simpang Mayat dengan jarak sekitar 7 kilometer, melintasi jalan perkebunan yang kondisinya rusak berat.
Melihat urgensi kondisi tersebut, ia meminta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki atau membangun jembatan permanen yang lebih kuat dan aman.
Diketahui, sesaat setelah banjir merusak jembatan, Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian bersama anggota DPRD Provinsi Sumut Yahdi Khoir telah meninjau lokasi. Namun, hingga kini belum ada solusi konkret dari pemerintah.
Warga setempat akhirnya bergotong royong memperbaiki jembatan secara manual agar tetap bisa dilalui. Meski demikian, kondisi jembatan masih rentan dan dikhawatirkan ambruk sewaktu-waktu.
(Jumaidi)




