REMBANG, GEMADIKA.com – Usaha minuman es teh kini kian menjamur di Kabupaten Rembang. Hampir di setiap sudut wilayah, outlet dan lapak es teh bermunculan seiring tingginya minat masyarakat terhadap minuman segar tersebut. Namun di balik ramainya bisnis es teh, musim hujan justru menjadi tantangan tersendiri bagi para pedagang kecil, salah satunya Mak Yah (50), penjual es teh Kedai Njajan 92 yang berjualan di depan Balai Desa Lambang Wetan, Kecamatan Bulu, Rembang.
Mak Yah yang telah berjualan es teh Kedai Njajan 92 sejak Oktober 2025 mengatakan, penjualan es tehnya mengalami penurunan cukup signifikan selama musim hujan. Ia menyebut, omset penjualan turun hingga sekitar 80 persen dibandingkan hari-hari normal saat cuaca panas.
Biasanya, Mak Yah mampu menjual sekitar 40 hingga 50 cup es teh per hari. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, jumlah penjualan hanya berkisar 10 cup per hari.
“Penurunannya lumayan, bisa sampai 80 persen. Biasanya saya bisa jual 40–50 cup, sekarang paling cuma 10 cup saja per hari. Kalau hari Sabtu atau Minggu biasanya agak mendingan, bisa sampai 15 cup,” ujar Mak Yah saat ditemui awak media di lapak dagangnya, Jumat (16/1/2026).
Dari hasil penjualan tersebut, Mak Yah mengaku sebelumnya bisa mengantongi pendapatan hingga Rp150 ribu per hari. Namun, sejak musim hujan, pendapatannya turun drastis menjadi sekitar Rp45 ribu per hari. Setiap harinya, ia menyiapkan sekitar 3 liter teh coklat manis dan 2 liter teh hijau manis untuk dijual.
Menurut Mak Yah, cuaca dingin akibat hujan yang hampir turun setiap hari menjadi faktor utama menurunnya minat pembeli. Kondisi ini membuat masyarakat cenderung mengurangi konsumsi minuman dingin.
“Pengaruhnya memang dari musim hujan. Biasanya siang panas, banyak yang mampir beli es teh. Sekarang hampir tiap hari hujan, jadi pembeli sepi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebagian besar pembeli es teh Kedai Njajan 92 merupakan warga sekitar yang melintas, dengan mayoritas dari kalangan anak-anak. Penurunan pembeli biasanya mulai terasa sejak pukul 15.00 hingga 16.00 WIB.
Untuk harga, setiap cup jumbo es teh dijual seharga Rp3.000. Khusus hari Jumat, Mak Yah memberikan promo beli dua gratis satu sebagai bentuk berbagi sekaligus strategi menarik minat pembeli.
“Kalau hari Jumat saya adakan promo beli dua gratis satu. Niatnya berbagi di Jumat berkah, sekalian supaya ada yang beli,” katanya.
Meski terdampak penurunan omset akibat musim hujan dan persaingan usaha es teh yang semakin banyak di Rembang, Mak Yah bersyukur karena Kedai Njajan 92 tidak hanya menjual es teh. Ia juga menyediakan kopi lelet, kopi sachet, serta berbagai jajanan anak-anak untuk menopang pendapatan sehari-hari.
(Aziz)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan