JAKARTA, GEMADIKA.com – Sosok Mama Yasinta atau Yasinta Moiwend kembali menjadi perhatian publik setelah menyampaikan pesan terbuka kepada pemerintah terkait pembangunan sektor pertanian di Papua, khususnya untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda daerah.
Pesan tersebut disampaikan melalui sebuah video yang diunggah akun Instagram Ulta Levenia pada Minggu (5/7/2026), di tengah perhatian terhadap pengembangan program pertanian di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Dalam pernyataannya, Mama Yasinta berharap pembangunan sektor pertanian yang terus digencarkan pemerintah tidak hanya berfokus pada pembukaan lahan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama anak-anak Papua yang sempat putus pendidikan.
“Mama minta supaya Bapak Presiden bisa lihat kami punya anak-anak yang sudah putus kuliah. Termasuk saya punya anak sendiri, dia di jurusan pertanian,” kata Mama Yasinta.
Ia menekankan pentingnya agar anak-anak Papua diberi ruang untuk ikut terlibat langsung dalam program pertanian yang sedang berkembang di wilayah mereka, sehingga tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.
Harapan tersebut muncul seiring dengan kunjungan kerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, pada Sabtu (4/7/2026). Dalam kunjungan itu, dilakukan kegiatan gerakan tanam padi bersama di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dan Bupati Merauke Yoseph B. Gebze, yang memberikan dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian di wilayah tersebut.
Gubernur Apolo Safanpo menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas besarnya perhatian terhadap pembangunan pertanian di Papua Selatan, khususnya di Kabupaten Merauke.
Ia mengungkapkan bahwa dari total 84 ribu hektare program cetak sawah di Tanah Papua, sekitar 48 ribu hektare di antaranya berada di Kabupaten Merauke.
“Lebih dari 50 persen cetak sawah yang dilakukan di wilayah Papua Selatan,” kata Gubernur Apolo Safanpo.
Selain itu, program optimalisasi lahan (oplah) yang berjalan pada 2024 hingga 2026 juga mencakup sekitar 54 ribu hektare di Papua, dengan sekitar 53 ribu hektare atau hampir 99 persen berada di Merauke.
Menurut Apolo, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Papua Selatan, khususnya Merauke, menjadi salah satu pusat pengembangan pertanian nasional yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan di wilayah tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga untuk mendukung pasokan pangan ke berbagai daerah di Indonesia.
Pemerintah Provinsi Papua Selatan menyatakan siap mendukung seluruh program pemerintah pusat, termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN), sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menteri Pertanian terlebih dahulu meninjau pengembangan panel pertanian sebelum melanjutkan kegiatan tanam padi bersama masyarakat setempat.



Tinggalkan Balasan Batalkan balasan