JAKARTA, GEMADIKA.com – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini, Jumat (9/1/2026). Emas Antam dibanderol seharga Rp 2.577.000 per gram, naik Rp 7.000 dibandingkan harga perdagangan kemarin.
Kenaikan ini menunjukkan tren positif emas lokal di tengah fluktuasi harga emas global yang justru mengalami penurunan.
Dikutip dari data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga pembelian kembali atau buyback emas juga mengalami kenaikan. Harga buyback ditetapkan naik Rp 6.000 per gram menjadi Rp 2.432.000 per gram.
Daftar Harga Emas Antam Berdasarkan Ukuran
Untuk memudahkan calon pembeli, berikut rincian harga emas Antam berdasarkan ukuran yang tersedia hari ini:
- 0,5 gram: Rp 1.338.000
- 5 gram: Rp 12.660.000
- 10 gram: Rp 25.265.000
- 25 gram: Rp 63.037.000
- 50 gram: Rp 125.995.000
- 100 gram: Rp 251.912.000
- 250 gram: Rp 629.515.000
- 500 gram: Rp 1.258.820.000
- 1.000 gram: Rp 2.517.600.000
Ukuran terkecil yang dijual Antam saat ini adalah 0,5 gram dengan harga Rp 1,338 juta, sementara ukuran terbesar 1.000 gram atau 1 kilogram dibanderol Rp 2,517 miliar.
Ketentuan Pajak Transaksi Emas
Perlu diketahui, harga penjualan emas batangan Antam yang tercantum di atas belum termasuk pajak. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, setiap transaksi penjualan emas dikenakan potongan pajak.
Khusus untuk penjualan kembali atau buyback emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 dengan rincian sebagai berikut:
- 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
- 3 persen untuk non-NPWP
PPh 22 atas transaksi buyback akan dipotong langsung dari total nilai transaksi, sehingga pembeli perlu memperhitungkan hal ini sebelum melakukan penjualan kembali.
Kondisi Harga Emas Global
Berbeda dengan tren kenaikan emas Antam, harga emas global justru mengalami pelemahan pada perdagangan pagi ini. Penurunan ini dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan sikap hati-hati investor yang menunggu rilis data ketenagakerjaan AS.
Dilansir dari The Economic Times, harga emas di pasar spot internasional turun 0,4 persen menjadi US$ 2.658,1 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari melemah 0,2 persen menjadi US$ 2.667,6 per ons.
Penguatan dolar AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi. Selain itu, investor cenderung menahan diri dan menunggu data ekonomi penting dari AS sebelum mengambil keputusan investasi lebih lanjut.
Meski begitu, emas tetap menjadi pilihan investasi yang menarik, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Para analis memperkirakan harga emas akan tetap volatil dalam jangka pendek, namun prospek jangka panjang tetap positif.
Bagi masyarakat yang tertarik berinvestasi emas, disarankan untuk memantau pergerakan harga secara berkala dan mempertimbangkan tujuan investasi jangka panjang daripada terpengaruh fluktuasi harian.




