JAKARTA, GEMADIKA.com — Momen penghargaan bergengsi bagi para jaksa dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kejaksaan RI berlangsung penuh makna di Balai Diklat Kejagung, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026). Namun yang paling mencuri perhatian bukan sekadar daftar pemenangnya, melainkan kejujuran Jaksa Agung ST Burhanuddin yang blak-blakan menceritakan pengalaman pahit yang membuatnya “trauma” menggelar acara serupa.
Bukan Seremoni — Tapi Bukti Nyata
Jaksa Agung ST Burhanuddin mengapresiasi terselenggaranya Anugerah Komisi Kejaksaan (Komjak) yang memberikan penghargaan bagi jaksa hingga ASN non-jaksa berprestasi. Namun ia menekankan satu hal dengan sangat tegas: penghargaan ini harus benar-benar bermakna, bukan sekadar formalitas.
“Dan saya mengharapkan bahwa pelaksanaan ini tidak hanya seremonial, tapi betul-betul adalah suatu penganugerahan terhadap para jaksa dan tentunya yang berprestasi, dan tidak hanya melihat luarnya saja. Saya mengharapkan nanti ada kerjasama jadi ini tentunya akan berefek pada kegiatan,” kata Burhanuddin dalam sambutannya.
Pengakuan Mengejutkan: Jaksa Berprestasi Malah Tersangkut Kasus
Di sinilah kejujuran Burhanuddin menjadi sorotan. Ia mengungkapkan pengalaman traumatis yang pernah dialaminya ketika jaksa yang baru saja menerima penghargaan justru kemudian tersandung masalah hukum.
“Bagi saya sebagai Kejaksaan, saya sedikit trauma untuk membuat acara. Saya beberapa kali membikin semacam anugerah-anugerah ini, awards-awards ini, tapi ada yang pertama seminggu kemudian ditangkap oleh… kita yang menangkap. Yang kedua baru tahun kemarin, begitu dinyatakan sebagai kepala kejaksaan terbaik, tiga hari kemudian ketahuan telah melakukan perbuatan tercela. Dan ini adalah menyakitkan,” kata dia.
Kepada para penerima anugerah, Burhanuddin menitipkan pesan yang tidak main-main:
“Dan saya juga nanti saya minta kepada para penerima anugerah, ingat ini bukan akhir syarat untuk berprestasi, jauh lebih besar lagi. Ini adalah baru awal seseorang untuk muncul namanya. Tetapi yang paling utamanya lagi bagi saya, tunjukkan setelah kalian mendapat anugerah ini, tunjukkan kalau kalian bisa bekerja, kalian memang berprestasi, bukan hanya klaim saja,” ungkap dia.
Komjak: Apresiasi untuk Wujudkan Kejaksaan yang Dipercaya
Ketua Komisi Kejaksaan Pujiyono Suwadi menegaskan bahwa anugerah ini merupakan bentuk nyata apresiasi atas kinerja, integritas, dan dedikasi insan Adhyaksa.
“Tidak hanya menegakkan disiplin, tetapi juga memberikan apresiasi atas kinerja, integritas, dan dedikasi insan Adhyaksa. Penyelenggaraan anugerah ini sekaligus menjadi manifestasi kolaborasi antara Komisi Kejaksaan RI dengan Persatuan Jaksa Indonesia demi mewujudkan Kejaksaan yang profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat,” kata Pujiyono.
Daftar Lengkap Pemenang Anugerah Komjak 2026
Berikut para penerima penghargaan dalam Anugerah Komisi Kejaksaan 2026:
| No | Kategori | Pemenang |
|---|---|---|
| 1 | Penghargaan Luar Biasa | Jaksa Agung ST Burhanuddin |
| 2 | Kejati Tipe A Berprestasi | Kejati Daerah Khusus Jakarta |
| 3 | Kejati Tipe B Berprestasi | Kejati Lampung |
| 4 | Kejari Tipe A Berprestasi | Kejari Jakarta Pusat |
| 5 | Kejari Tipe B Berprestasi | Kejari Tana Toraja |
| 6 | Jaksa Eselon IV | Didit Agung Nugroho — Kasubbag Pembinaan Kejari Mamuju |
| 7 | Jaksa Eselon V | I Putu Gede Sumariartha — Jaksa Ahli Madya Kejati Bali |
| 8 | ASN Non Jaksa Kejati | Dora Siska Dewi — Kasubbag Data Statistik Kejati Kepulauan Riau |
| 9 | ASN Non Jaksa Kejari | Suzanah — Petugas Barang Bukti Kejari Sorong |
| 10 | Posthumous | Philips David Ay — Jaksa Kejari Rote Ndao |




