BANGKALAN, GEMADIKA.com – Tiga pekan hilang pasca dugaan kekerasan seksual, santriwati Pondok Pesantren Nurul Karomah ditemukan melalui informasi orang tak dikenal.

Setelah kejadian ini dilaporkan kepada polisi dan menjadi sorotan publik. Tiba-tiba pada Senin (26/01/26) sekitar pukul 10.00 WIB. Keluarga korban menerima kabar singkat yang menyebut keberadaan korban di kawasan Masjid Madinah, Jalan Raya Suramadu Bangkalan.

Direktur Muslimah Humanis Indonesia (MHI), Mutmainah mengatakan, informasi tersebuk bukan dari Aparat Penegak Hukum (APH) dn tidak dikenal pihak keluarga.

“Yang menghubungi keluarga itu orang tidak dikenal. Nomornya privat dan identitasnya tidak diketahui,” ungkap Mutmainah, Selasa, (27/01/26)

Mendengar informasi keberadaan putrinya, keluarga korban langsung menuju lokasi. Sesuai informasi yang diberikan, korban tepat berada di bawah pohon mangga depan masjid Madinah dalam keadaan selamat.

Baca juga :  Viral! Judi Bola Hancurkan Hidup Pemilik Kafe di Surabaya, Rp1,05 Miliar Melayang hingga Rumah Tangga Berakhir

“Setelah dicek langsung ke lokasi, korban benar-benar ditemukan sesuai informasi yang diterima,” tuturnya.

Sementara itu, Aktivis perempuan, Nur Hidayah, secara terbuka mempertanyakan kinerja Polres Bangkalan terkait kewenangan yang dimiliki. Ia menilai kepolisian tidak serius menangani hilangnya korban kekerasan seksual yang diduga kuat sengaja disembunyikan.

“Kami tidak percaya polisi tidak mampu menemukan korban selama 19 hari, dengan seluruh perangkat dan kewenangan yang ada,” katanya.

Menurutnya, korban baru dikembalikan setelah tekanan publik semakin menguat. Desakan tokoh masyarakat hingga ancaman aksi massa disebut menjadi faktor utama.

“Setelah voice note viral beredar, berisi ancaman pembakaran pondok dan tekanan tokoh masyarakat, barulah korban dikembalikan,” pungkasnya.

Ia menegaskan, temuan korban tersebut bukan hasil kerja aparat. Karena itu, ia menilai kinerja kepolisian lamban dan gagal membuktikan komitmennya.

Baca juga :  Ratusan UMKM Ikuti Talk Show, Muhlis Ingin Tingkatkan SDM Pelaku UMKM di Bangkalan

“Janji Kapolres dan Kasatreskrim untuk segera menemukan korban tidak terbukti. Tapi janji itu hanya omong kosong,” tandasnya.

Selain itu, Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah tokoh agar korban bisa kembali.

“Kami berupaya berkoordinasi dengan tokoh masyarakat. Alhamdulillah korban akhirnya ditemukan dan kembali dengan selamat,” ujarnya.

Agung juga menyebut polisi akan meminta keterangan korban dan menelusuri pihak tak dikenal yang memberi informasi. Namun langkah tersebut baru dilakukan setelah korban bisa ditemui.

“Kami akan dalami keterangan korban dan menyelidiki orang yang memberi informasi keberadaannya,” tutupnya. (Nardi)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami