GROBOGAN, GEMADIKA.com — Pemerintah Desa Bandungharjo kembali menggelar kegiatan rutin Posyandu yang dilaksanakan secara konsisten setiap tanggal 12 di setiap bulan. Program ini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan dasar, khususnya bagi balita, ibu hamil, dan lansia di wilayah desa.
Pantauan Tim Gemadika di kantor Desa Bandungharjo, kegiatan kesehatan tersebut berjalan beriringan dengan pembagian SPPG. Aktivitas ganda ini menegaskan peran balai desa bukan sekadar pusat administrasi, melainkan titik distribusi layanan sosial dan gizi masyarakat.
Dalam konfirmasi langsung kepada Tim SPPG, pihak pengelola memastikan bahwa proses produksi hingga distribusi telah melalui tahapan yang ditetapkan. Mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga penyajian menu disebut telah disesuaikan dengan standar kelayakan konsumsi dan kebutuhan gizi penerima manfaat.
SPPG, menurut keterangan tim lapangan, tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga mutu dan ketepatan sasaran. Menu yang dibagikan dirancang agar aman, layak, dan mendukung pemenuhan gizi warga, terutama kelompok rentan.
Kegiatan Posyandu yang berjalan rutin dan distribusi SPPG yang terkontrol menunjukkan komitmen Pemdes Bandungharjo dalam menjaga kesehatan dan ketahanan gizi masyarakat secara berkelanjutan, bukan musiman.
Di tengah tantangan pelayanan publik di desa, Bandungharjo mengirim pesan tegas: urusan kesehatan warga tidak boleh ditunda dan tidak boleh asal jalan. (Joko P)




