GROBOGAN, GEMADIKA.com – Musibah kebakaran menimpa rumah milik Maskur, warga Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Sabtu (17/1/2026) siang. Rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu jati itu hangus total dengan kerugian material mencapai Rp 200 juta.

Ironisnya, kebakaran terjadi saat sang pemilik rumah sedang mengikuti peringatan Isra Mi’raj di masjid setempat, sementara istrinya sedang bekerja. Rumah dalam kondisi kosong tanpa penghuni saat api mulai membakar.

Api Muncul dari Belakang Rumah

Maskur menuturkan, kebakaran diduga bermula dari bagian belakang rumah yang dipicu oleh korsleting listrik.

“Api pertama kali muncul dari bagian belakang rumah, diduga ya penyebabnya korsleting listrik,” kata Maskur menjelaskan dugaan penyebab kebakaran.

Saat mendengar kabar rumahnya kebakaran, Maskur yang sedang berada di masjid langsung bergegas pulang. Namun, setibanya di lokasi, pemandangan yang menyambut sangat memilukan.

Kobaran api sudah membesar dan menjalar dengan cepat ke seluruh bagian bangunan. Rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu jati mudah terbakar dan mempercepat penyebaran api.

Warga Berusaha Padamkan Api

Kepala Dusun Ngroto, Muhammad Saiful Munir, mengatakan bahwa warga sekitar bersama perangkat desa sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum mobil pemadam tiba.

“Api baru benar-benar bisa dijinakkan dan padam dua jam kemudian setelah dua mobil pemadam kebakaran berada di lokasi,” kata Saiful menjelaskan proses pemadaman.

Meski warga sudah berusaha keras, kobaran api yang sangat besar dan didukung oleh material kayu yang mudah terbakar membuat upaya pemadaman dengan peralatan sederhana tidak cukup efektif.

Kerugian Material Rp 200 Juta

Kerugian material yang diderita Maskur akibat kebakaran ini mencapai Rp 200 juta. Angka ini belum termasuk nilai emosional dari barang-barang kenangan keluarga yang ikut lenyap.

Seluruh isi rumah tidak tersisa dan hangus terbakar, termasuk barang-barang berharga seperti:

  • Dua unit sepeda motor
  • Lima sertifikat tanah
  • Uang tunai puluhan juta rupiah yang disimpan di dalam lemari
  • Perabotan rumah tangga
  • Pakaian dan barang pribadi keluarga
  • Dokumen-dokumen penting lainnya

“Bangunan rumah dari kayu jati hangus total,” kata Saiful menggambarkan kondisi rumah pascakebakaran.

Kehilangan lima sertifikat tanah dan uang tunai puluhan juta rupiah menjadi kerugian yang sangat berat bagi keluarga Maskur. Dokumen-dokumen penting tersebut akan memerlukan proses yang panjang untuk pengurusan ulang.

Pelajaran Penting Keselamatan Rumah

Tips Pencegahan Kebakaran:

Keamanan Instalasi Listrik:

  • Periksa instalasi listrik secara berkala
  • Gunakan kabel dan peralatan listrik berstandar SNI
  • Pasang MCB (Miniature Circuit Breaker) yang berfungsi baik
  • Jangan overload stop kontak
  • Matikan peralatan elektronik saat meninggalkan rumah

Penyimpanan Barang Berharga:

  • Simpan dokumen penting di tempat tahan api (safety box)
  • Fotocopy dan simpan digital sertifikat tanah dan dokumen penting
  • Hindari menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di rumah
  • Pertimbangkan asuransi rumah dan properti
  • Simpan dokumen cadangan di tempat lain (keluarga/bank)

Kesiapsiagaan Bencana:

  • Sediakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di rumah
  • Ketahui cara menggunakan APAR dengan benar
  • Buat jalur evakuasi darurat
  • Simpan nomor darurat di tempat mudah diakses
  • Koordinasi dengan RT/RW tentang sistem keamanan

Material Bangunan:

  • Pertimbangkan penggunaan material tahan api
  • Jika menggunakan kayu, aplikasikan cat anti api
  • Pasang detektor asap jika memungkinkan
  • Pisahkan area dengan material mudah terbakar

Masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada dan tidak meninggalkan rumah dalam kondisi kosong dengan peralatan listrik yang masih menyala. Kehati-hatian sederhana dapat mencegah kerugian besar di kemudian hari

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami