Pembangunan masjid yang telah berjalan sekitar sembilan bulan ini hingga Selasa (20/1/2026) telah mencapai progres 80 persen. Antusiasme warga terlihat sangat tinggi, dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat tanpa sekat.
Yang menarik dari pembangunan masjid ini adalah keterlibatan langsung kepala desa dan perangkat desa yang turut berbaur bersama warga dalam proses pengecoran dak masjid. Tidak ada jarak antara pejabat dan rakyat, semua bekerja bersama demi terwujudnya rumah ibadah yang representatif.
Kekompakan dan nilai guyub rukun yang ditunjukkan warga Dusun Karanglegi ini dinilai patut menjadi contoh bagi desa-desa lain, khususnya dalam membangun fasilitas keagamaan secara mandiri dan penuh kebersamaan.
Salah satu warga yang terlibat dalam pembangunan menyampaikan bahwa proyek masjid terus dikebut agar dapat segera difungsikan, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
“Alhamdulillah progresnya sudah sekitar 80 persen. Insyaallah beberapa bulan ke depan, atau paling lambat saat bulan Ramadan nanti, masjid sudah bisa digunakan untuk salat, termasuk salat tarawih,” ujarnya dengan penuh harap.
Target tersebut sangat realistis mengingat progres fisik yang sudah mencapai 80 persen. Tinggal sentuhan finishing dan pemasangan kelengkapan masjid, rumah ibadah ini diharapkan sudah dapat digunakan untuk beribadah.
Pembangunan masjid ini murni dibiayai dari iuran dan sumbangan warga secara sukarela. Tidak ada bantuan dari pemerintah desa maupun kabupaten, semua bersumber dari kantong masyarakat yang rela berbagi untuk kepentingan bersama.
Dari mulai membeli material bangunan, membayar tukang, hingga kebutuhan operasional harian, semuanya ditanggung bersama oleh warga Dusun Karanglegi dan sekitarnya.
Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, warga Dusun Karanglegi optimistis pembangunan masjid dapat segera diselesaikan dan menjadi pusat kegiatan ibadah serta sosial bagi masyarakat setempat.
Masjid ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga simbol persatuan dan kekompakan warga yang mampu bersatu untuk tujuan mulia, meskipun dengan keterbatasan dana. (Joko P)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan