REMBANG, GEMADIKA.com– Taman Kartini Rembang yang dahulu menjadi salah satu destinasi wisata favorit kini terlihat terbengkalai. Meski masih ada pengunjung yang datang, jumlahnya jauh menurun dibandingkan masa kejayaannya. Bahkan, tidak sedikit wisatawan yang memilih kembali pulang setelah melihat kondisi taman yang dinilai tidak terawat.

‎Pantauan Gemadika di lokasi menunjukkan, pintu masuk Taman Kartini terkadang dijaga dan terkadang tidak. Saat tidak ada penjaga, pengunjung bisa langsung masuk begitu saja tanpa membayar tiket. Namun, ketika dijaga, pengunjung tetap dikenakan tiket masuk sebesar Rp5.000. Meski demikian, banyak pengunjung hanya masuk sebentar untuk melihat kondisi taman, lalu keluar tanpa menikmati fasilitas yang ada, Jumat (2/1/26).

kondisi bangunan saat ini.


‎Kondisi ini berdampak langsung pada para pedagang. Ibu Aini, salah satu pedagang kopi dan makanan ringan di area Taman Kartini, mengaku merasakan penurunan pendapatan yang signifikan. Ia telah berjualan sejak tahun 2011 hingga 2026

‎”Dulu ramai sekali, sekarang sepi. Sejak taman ini mangkrak, pendapatan paling banyak hanya Rp100.000 per hari. Menjelang tahun baru 2026 sempat dapat Rp200.000, tapi paling rendah pernah cuma Rp5.000,”ujar Bu Aini

‎Menurutnya, pengunjung yang datang kerap tidak bertahan lama di dalam taman.

‎”Pengunjung itu sudah masuk, lihat ke dalam, langsung keluar. Ada juga yang sudah bayar tiket Rp5.000 tapi langsung pulang. Mana ada yang berani jualan di sini kecuali saya?” katanya.

‎Bu Aini menjelaskan, dagangan yang ia jual hanya makanan dan minuman ringan seperti pop mie dan minuman instan. Minimnya fasilitas, banyaknya sampah, serta tidak adanya tempat duduk membuat pengunjung tidak betah.

‎Terkait retribusi, Bu Aini menyebut selama tiga tahun terakhir dirinya tidak lagi diminta membayar iuran bulanan.

‎”Untuk per bulannya tidak usah bayar, kata Pak Bupati ke saya. Sudah tiga tahun ini tidak membayar. Kalau listrik saya pakai sendiri, tidak pakai listrik taman,” jelasnya.

‎Ia juga menuturkan bahwa sebelumnya Taman Kartini sempat dikelola oleh pihak swasta.

‎”Dulu bayarnya ke PT waktu masih dikelola PT, kalau tidak salah dari Pati, namanya Pak Arifin,” tambahnya.

‎Kondisi Taman Kartini juga menuai keluhan dari para pengunjung. Juriyah dan Siti Rohmah, kakak beradik asal Bangsri, Jepara, mengaku mampir ke Taman Kartini saat melintas dari Blora menuju Rembang.

‎”Kami sekalian mampir dari Blora. Sudah tahu di Rembang ada Taman Kartini, tapi dengan kondisi seperti ini rasanya tidak nyaman. Dulu setahu saya ramai, sekarang tahunya malah seperti ini, “ujar Juriyah.

‎Keduanya menyayangkan kondisi taman yang terbengkalai, padahal lokasinya dinilai sangat strategis.

‎”Sayang sekali, tempatnya strategis. Semoga bisa berkembang lagi seperti dulu,” tambah Siti Rohmah.

‎Sementara itu, Ali Sodikin, pengunjung asal Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, mengaku tetap datang ke Taman Kartini karena alasan nostalgia.

‎”Saya ke sini sebenarnya nostalgia. Dulu waktu zaman sekolah tempat ini ramai, pengunjung dari berbagai kabupaten banyak yang datang,” katanya.

‎Namun, Sodikin menyebut kondisi taman saat ini jauh dari kata terawat.


‎”Sekarang keadaannya terbengkalai, banyak sampah. Dulu lumayan bersih karena ada petugasnya. Padahal sebenarnya tempat ini nyaman,” ujarnya.

‎Sodikin berharap Taman Kartini dapat kembali dimanfaatkan dan dikelola dengan baik agar mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

‎”Kalau bisa dimanfaatkan lagi dan dibersihkan, mungkin bisa jaya kembali. Ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat karena tempatnya strategis, dekat laut, dekat kota, dan aksesnya mudah,” jelasnya.

‎Ia juga menekankan pentingnya kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan wisata.

‎”Kalau kondisinya seperti ini, soal sampah juga perlu kesadaran masing-masing pengunjung,” pungkasnya.

‎Baik pedagang maupun pengunjung berharap pemerintah daerah segera melakukan pembenahan dan pengelolaan kembali Taman Kartini Rembang agar kembali menjadi destinasi wisata unggulan dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola maupun pemerintah daerah terkait rencana revitalisasi Taman Kartini Rembang.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami