GROBOGAN, GEMADIKA.com – Kekhawatiran menyelimuti warga Desa Ngronggen dan Desa Tegalsumur, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan. Pasalnya, jalan utama penghubung kedua desa tersebut mengalami longsor cukup parah akibat tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi jalan yang ambles ini sangat membahayakan pengendara yang melintas setiap hari, terutama karena lokasinya berada tepat di tepi sungai.
Longsor Sepanjang 10 Meter, Kedalaman 1 Meter
Longsor terjadi di jalan lintas Brati–Tegalsumur, tepatnya di sisi timur Dusun Sinawah, Desa Ngronggen. Badan jalan ambles hingga membentuk rongga menyerupai terowongan dengan kedalaman sekitar 1 meter dari bibir jalan dan panjang mencapai ±10 meter.
Kondisi ini sangat mengkhawatirkan mengingat jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas harian.
Hingga Jumat (6/2/2026), belum terlihat adanya penanganan serius dari pihak terkait di lokasi longsor. Padahal, jalan ini setiap hari dilewati oleh puluhan, bahkan ratusan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Warga Khawatir Longsor Semakin Parah
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekhawatirannya atas kondisi jalan yang semakin membahayakan.
“Kami sangat khawatir. Jalan ini setiap hari dilewati warga. Kalau dibiarkan, longsor bisa semakin parah dan membahayakan keselamatan,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Warga setempat menegaskan bahwa penanganan darurat dan perbaikan permanen sangat dibutuhkan, apalagi kondisi cuaca masih berpotensi hujan dan lokasi jalan memang rawan longsor karena berada di tepi sungai.
Desakan untuk Bupati dan Dinas PUPR
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Grobogan, khususnya Bupati Grobogan, Bapak Setiyo Hadi, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera turun tangan menangani kerusakan ini sebelum menimbulkan korban jiwa.
Warga meminta agar tidak hanya dilakukan penanganan sementara, tetapi juga perbaikan permanen yang dapat menjamin keselamatan pengguna jalan dalam jangka panjang.
Jalan lintas Brati–Tegalsumur bukan sekadar jalan desa biasa. Rute ini merupakan urat nadi ekonomi masyarakat yang menghubungkan dua desa penting di kawasan tersebut. Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut tentu akan berdampak buruk, tidak hanya bagi keselamatan, tetapi juga perekonomian warga setempat.
Dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu, tindakan cepat dari pemerintah daerah menjadi sangat krusial. Warga berharap keluhan mereka tidak hanya didengar, tetapi juga segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan. (Joko P)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan