BANGKALAN, GEMADIKA.com – Pemotongan anggaran transfer dari pemerintah pusat menjadi tantangan utama dalam perencanaan pembangunan di Kab. Bangkalan 2027. Karena itulah, Kecamatan Bangkalan memfokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar. Kondisi tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tingkat Kecamatan yang digelar di Pendopo kantor Camat Bangkalan, Kamis (05/02/26).
Camat Bangkalan, Ahmadi Safar menekankan, bahwa perencanaan pembangunan harus disusun secara realistis dan berbasis prioritas, mengingat keterbatasan kemampuan fiskal daerah akibat pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.

“Tahun ini kita kembali kena potong anggaran dari pusat. Ini tentu berdampak pada ruang gerak keuangan daerah,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Camat Bangkalan yang akrab disapa Ady mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk menyampaikan usulan yang benar-benar mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Untuk peserta yang hadir harus bisa menyampaikan apa yang menjadi urgensi di wilayah masing-masing. Dari situ akan kita pilih prioritasnya, menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” tegasnya.
Perlu diketahui, dalam musrenbang yang dihadiri 7 Kelurahan dan 6 Desa ini terdapat 33 usulan pembangunan. Namun, hanya 22 usulan yang dinyatakan lengkap secara administrasi, sementara 11 usulan lainnya terpaksa dikembalikan untuk diperbaiki.
“Usulan yang dikembalikan masih diberi kesempatan untuk dilengkapi. Masih ada waktu tiga hari kepada kelurahan dan desa untuk memperbaiki kekurangan, seperti kelengkapan foto maupun dokumen pendukung lainnya, sebelum diajukan ke Musrenbang tingkat kabupaten,” pungkasnya.
Ady juga berharap agar semua usulan dari kelurahan dan desa yang ada di Kecamatan Bangkalan bisa seluruhnya di terima.
“Kelurahan dan Desa sebelumnya telah diberi tiga program usulan, dari tiga usulan tersebut di pilih satu yang paling prioritas,” tutupnya. (nardi)




