GROBOGAN, GEMADIKA.com – Suasana Pendopo Balaidesa Rambat, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan mendadak ramai dan semarak, Selasa (24/2/2026). Ratusan warga berbondong-bondong datang sejak pagi untuk memanfaatkan pasar murah yang digelar Pemerintah Desa Rambat bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Grobogan dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.
Kegiatan yang mengusung slogan “WIS Wayae Blonjo Murah” ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang tengah bersiap menyambut bulan suci Ramadhan di tengah tekanan harga kebutuhan pokok yang cenderung merangkak naik.
Digelar Serentak di 8 Kecamatan
Pasar murah di Desa Rambat ini bukan kegiatan tunggal. Program ini merupakan bagian dari Pasar Murah Kabupaten Grobogan 2026 yang digelar serentak di delapan kecamatan se-Kabupaten Grobogan mulai 9 Februari hingga 12 Maret 2026, pukul 08.00–12.00 WIB. Tujuannya jelas — membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah menjelang Ramadhan dan Lebaran.
Harga Miring, Warga Langsung Serbu

Daya tarik utama pasar murah ini tentu saja harganya yang jauh lebih murah dibanding harga pasar umum. Berikut daftar harga komoditas yang dijual:
- Beras medium 5 kg — Rp45.000
- Minyak goreng — Rp15.000
- Gula pasir — Rp14.000
- Telur ayam — Rp24.000
- Sirup — Rp 16.000
- Mie Instan 5 Bungkus — Rp10.000
Tidak heran, antrean panjang langsung terbentuk begitu lokasi dibuka. Warga datang membawa tas belanja, siap memborong kebutuhan sebelum kehabisan.
Salah satu warga, Ibu Sulastri, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Alhamdulillah, harganya lebih murah dibandingkan di pasaran. Sangat membantu kami, apalagi menjelang puasa dan Lebaran kebutuhan semakin banyak,” tuturnya.
Kepala Desa: Terima Kasih Disperindag
Kepala Desa Rambat, Trihadi Budi sanyoto, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Grobogan atas terpilihnya Desa Rambat sebagai salah satu lokasi pasar murah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Disperindag Kabupaten Grobogan karena Desa Rambat menjadi salah satu lokasi pasar murah. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, terutama saat harga bahan pangan cenderung naik,” ujarnya.
Busro pun berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkala agar daya beli masyarakat tetap terjaga sepanjang tahun.
Disperindag: Langkah Nyata Kendalikan Inflasi

Perwakilan Disperindag Kabupaten Grobogan menegaskan bahwa pasar murah ini adalah bentuk nyata intervensi pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga di masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Pasar murah dilaksanakan di delapan kecamatan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” jelasnya.
Dengan semangat “Wayae Blonjo Murah”, program ini diharapkan menjadi jembatan nyata antara pemerintah dan masyarakat — memastikan setiap keluarga di Kabupaten Grobogan dapat menyambut Ramadhan dan Idul Fitri dengan tenang, tanpa khawatir lonjakan harga bahan pokok. (Joko P)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan