REMBANG, GEMADIKA.com – Di balik pintu yang tertutup rapat dan halaman yang mulai dipenuhi rumput liar, bangunan eks Kantor KSPPS BMT Bina Ummat Sejahtera (BMT BUS) di Lasem, Kabupaten Rembang, kini menyisakan dua cerita: dugaan persoalan dana nasabah yang belum tuntas dan kabar suara-suara misterius yang beredar di tengah warga.
Koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah yang berpusat di Lasem itu sebelumnya dipimpin oleh Abdullah Yazid selaku Ketua Pengurus. Lembaga tersebut berstatus KSPPS dengan aset yang ditegaskan sebagai milik koperasi, bukan milik pribadi pengurus, meski sejumlah sertifikat disebut menggunakan nama personal (nomine).
Sejak 2024–2025, BMT BUS menjadi sorotan publik menyusul proses hukum dan penanganan pengembalian dana anggota. Sejumlah nasabah mengaku dana simpanan mereka belum kembali hingga kini.
Salah satunya Fachrudin WAW, warga Desa Mrayun RT 03 RW 04, Kecamatan Sale, Rembang. Ia mengaku memiliki tabungan sebesar Rp25 juta yang belum ada kejelasan pengembaliannya.
”Uang itu sangat berarti bagi saya. Rencananya untuk biaya sekolah keluarga. Sampai sekarang belum ada kepastian,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Pantauan di lokasi, bangunan kantor tersebut sudah tidak lagi beroperasi. Pada malam hari, suasana terlihat gelap tanpa aktivitas. Cat tembok tampak kusam, halaman dipenuhi rumput liar, dan tidak terlihat adanya penjagaan.
Di tengah kondisi itu, muncul cerita-cerita yang berkembang di masyarakat sekitar. Gufron, warga yang kerap melintas di sekitar lokasi pada malam hari, mengaku pernah mendengar suara dari dalam bangunan.
”Beberapa kali terdengar seperti suara tangisan. Padahal tidak ada aktivitas. Kadang juga seperti ada bayangan di balik kaca,” katanya.
Cerita tersebut menyebar dari mulut ke mulut. Sebagian warga mengaku merasa tidak nyaman saat melintas sendirian pada malam hari. Namun demikian, hingga kini tidak ada bukti atau penjelasan ilmiah terkait suara maupun bayangan yang disebutkan warga. Informasi tersebut murni berdasarkan pengalaman dan penuturan pribadi.
Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan terkait pengembalian dana anggota BMT BUS masih menjadi perhatian publik di Kabupaten Rembang. Belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak pengurus maupun aparat penegak hukum terkait perkembangan penyelesaian hak para anggota.
Bangunan yang dulu menjadi pusat aktivitas simpan pinjam itu kini berdiri sunyi. Di satu sisi, menyimpan harapan nasabah akan kejelasan dana mereka. Di sisi lain, berkembang kisah-kisah yang menambah kesan mencekam di tengah gelapnya malam Lasem.
Sunyi dan Mencekam, Eks Kantor BMT BUS Lasem Diselimuti Misteri dan Jeritan Nasabah
Tim Redaksi
Tag:





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan