DELI SERDANG, GEMADIKA.com – Kerja keras memang tak pernah mengkhianati hasil. Itulah yang dibuktikan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dalam menekan laju inflasi hingga mencapai angka 3,80% per Januari 2026.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata keseriusan Bupati dr. Asri Ludin Tambunan bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menggenjot program unggulan ketahanan pangan. Hasilnya? Kabupaten yang sempat menduduki posisi tertinggi dengan inflasi Year-on-Year (y-o-y) mencapai 6,8% pada periode sebelumnya, kini berhasil menjadi salah satu daerah dengan inflasi terendah di Sumut.
Dari Posisi Tertinggi ke Urutan Keenam Terendah
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara per Januari 2026, Deli Serdang kini menempati urutan keenam terendah se-Sumut. Bahkan, kabupaten ini berhasil mengungguli kota-kota besar seperti Pematangsiantar (4,70%) dan Padangsidimpuan (4,99%).
Berikut peringkat inflasi y-o-y di Sumatera Utara per Januari 2026:
- Kota Gunungsitoli: 8,68%
- Kota Sibolga: 5,28%
- Kota Padangsidimpuan: 4,99%
- Kota Pematangsiantar: 4,70%
- Kabupaten Deli Serdang: 3,80%
- Kabupaten Labuhanbatu: 3,73%
- Kota Medan: 3,70%
- Kabupaten Karo: 2,73%
Inflasi y-o-y Sumatera Utara secara keseluruhan tercatat 3,81%, sementara provinsi ini bahkan mengalami deflasi Month-to-Month (m-t-m) sebesar 0,75%. Artinya, harga-harga secara umum justru mengalami penurunan, meringankan beban masyarakat pasca-libur akhir tahun.
Strategi Jitu: Operasi Pasar hingga Kolaborasi dengan Bulog
Penurunan inflasi yang drastis ini bukan sekadar keberuntungan. Ini adalah hasil kerja terorganisir dan terukur. Bupati Asri Ludin Tambunan hampir setiap hari turun langsung ke lapangan bersama dinas terkait untuk memastikan pasokan pangan tetap stabil dan harga bahan pokok terkendali.
Salah satu kunci suksesnya adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Inflasi yang aktif memantau 156 komoditas penggerak inflasi.
“Kami intensifkan operasi pasar murah, subsidi pupuk untuk petani, dan kolaborasi dengan Bulog untuk stabilisasi beras. Hasilnya, Deli Serdang lolos dari tekanan inflasi nasional yang fluktuatif,” ujar Bupati Asri Ludin Tambunan.
Meski inflasi provinsi didorong oleh komoditas dominan seperti tarif listrik (kontribusi 1,13%), emas perhiasan (0,90%), beras (0,30%), ikan dencis (0,26%), dan daging ayam ras (0,20%), Deli Serdang berhasil meminimalkan dampaknya melalui intervensi lokal yang tepat sasaran.
Berkah bagi Masyarakat Kecil
Strategi pengendalian inflasi ini tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, khususnya di sektor pertanian dan perdagangan yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Prestasi ini menjadi berkah bagi warga Deli Serdang, khususnya keluarga kurang mampu dan pelaku usaha kecil. Dengan inflasi terkendali, harga sembako tetap terjangkau, memungkinkan masyarakat fokus pada produktivitas daripada kekhawatiran kenaikan harga,” tegas Bupati Asri Ludin Tambunan.
Di tengah tantangan global seperti gejolak harga energi dan ketidakpastian pasokan pangan, Deli Serdang membuktikan bahwa tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di tingkat lokal mampu menjadi benteng stabilitas ekonomi.
Dipuji Pemerintah Pusat, Jadi Role Model Daerah Lain
Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian turut memberikan apresiasi atas capaian Sumatera Utara, termasuk Deli Serdang, yang dinilai layak menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia.
Ke depan, Pemkab Deli Serdang berkomitmen mempertahankan tren positif ini melalui sejumlah program strategis, di antaranya percepatan digitalisasi pasar dan peningkatan infrastruktur logistik.
“Dengan stabilisasi ini, Deli Serdang bukan hanya menjaga kantong warga, tapi juga membangun fondasi ekonomi berkelanjutan menuju visi Indonesia Emas 2045,” ujar Bupati.
Prestasi Deli Serdang dalam menekan inflasi ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan adalah kunci utama stabilitas ekonomi. Dengan kepemimpinan yang turun langsung ke lapangan dan strategi yang terukur, mimpi masyarakat sejahtera bukan lagi sekadar wacana.
(Tuah Sembiring)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan