‎​REMBANG, GEMADIKA.com – Informasi yang dihimpun dari rekan wartawan mondes.co.id menyebutkan, masyarakat di sejumlah kecamatan di Kabupaten Rembang mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG subsidi ukuran 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir. Selain stok yang langka, harga di tingkat pengecer dilaporkan melonjak hingga mencapai Rp25.000 per tabung.

‎Keluhan tersebut terjadi di beberapa wilayah, antara lain Kecamatan Bulu, Sumber, dan Kaliori.

‎Lilik Setoyo Wati (40), warga Desa Jukung, Kecamatan Bulu, mengaku kesulitan memperoleh gas bersubsidi.

‎”Di sini sudah mulai kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kg,” ujarnya.

‎Hal serupa disampaikan Enita (30), ibu rumah tangga sekaligus pelaku UMKM jajanan di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber. Ia mengaku kelangkaan tersebut berdampak langsung pada usahanya.

‎”Sudah berhari-hari kesulitan mencari gas. Harganya sekarang mencapai Rp25.000 per tabung,” ungkapnya.

‎Sementara itu, Karmini, warga Desa Maguan, Kecamatan Kaliori, menyebut kondisi saat ini berbeda dari biasanya. Ia mengatakan pembelian gas kini harus antre dan menunggu kiriman berikutnya.

‎”Biasanya langsung ada stok di pangkalan. Sekarang harus antre, bahkan kadang harus pesan dulu. Dulu bisa beli dua tabung untuk dua rumah, sekarang hanya dapat satu karena cepat habis,” jelasnya.

‎Berbeda dengan keluhan warga, pihak agen LPG memastikan distribusi ke pangkalan berjalan normal. Aryanto, salah satu agen LPG di Kabupaten Rembang, menegaskan bahwa tidak ada kendala pasokan.

‎”Untuk stok dan pengiriman ke pangkalan aman, tidak ada kelangkaan. Harga dari kami ke pangkalan Rp15.560, dan pangkalan wajib menjual ke pengguna seharga Rp18.000,” jelasnya.

‎Sesuai kebijakan distribusi terbaru per Februari 2026, pangkalan LPG 3 kg wajib mematuhi aturan ketat, di antaranya hanya melayani konsumen akhir di wilayah cakupan kerja, pembelian wajib menggunakan KTP/KK yang terdaftar dalam sistem digital Pertamina, serta dilarang menjual kepada pengecer tidak resmi. Pelanggaran terhadap HET dan aturan distribusi dapat dikenakan sanksi hingga pemutusan hubungan usaha (PHU).

‎Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg di Kabupaten Rembang ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung. Pemerintah daerah menyatakan stok menjelang Lebaran 2026 dalam kondisi mencukupi.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami