JAKARTA, GEMADIKA.com – Kepolisian Republik Indonesia melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menutup pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung sejak 13 hingga 25 Maret 2026. Penutupan operasi dilakukan dengan persetujuan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho, menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini mencatat sejumlah capaian positif, khususnya dalam aspek keselamatan lalu lintas.
Salah satu capaian yang paling menonjol adalah penurunan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas sebesar 30,41 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan ini dinilai sebagai hasil dari kerja keras seluruh personel di lapangan serta dukungan masyarakat yang semakin disiplin dalam berkendara.
Agus menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penerapan berbagai strategi rekayasa lalu lintas yang lebih terukur dan adaptif. Di antaranya adalah penerapan sistem one way nasional serta inovasi pengaturan arus berbasis presisi di sejumlah titik rawan kepadatan.
“Meski volume kendaraan meningkat, situasi di lapangan tetap terpantau aman, tertib, dan terkendali,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Meski Operasi Ketupat 2026 telah resmi berakhir, Polri memastikan pengamanan arus balik masih akan terus dilanjutkan. Hal ini dilakukan karena masih terdapat sekitar 42,29 persen atau sekitar 1,4 juta kendaraan yang belum kembali ke Jakarta dan sekitarnya.
Untuk memastikan kelancaran arus balik, pengamanan akan dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026. Langkah ini diambil agar masyarakat tetap mendapatkan rasa aman hingga seluruh rangkaian perjalanan mudik selesai.
Di akhir keterangannya, Polri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel di lapangan serta dukungan dari berbagai stakeholder yang terlibat selama pelaksanaan operasi.
Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 ini menjadi salah satu indikator meningkatnya efektivitas pengelolaan arus mudik dan balik, sekaligus menunjukkan hadirnya negara dalam memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat.
( Joko Purnomo)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan