GROBOGAN, GEMADIKA.com – Peristiwa tragis terjadi di Dusun Gundi, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (29/3/2026) sore. Seorang pria berinisial S (33) diamankan aparat kepolisian setelah melakukan aksi kekerasan terhadap sejumlah warga, termasuk ayah kandungnya.

Aksi brutal tersebut sempat menghebohkan warga dan ramai beredar di media sosial. Dalam informasi yang beredar, pelaku melakukan penyerangan menggunakan sebilah parang. Pelaku juga disebut-sebut diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Kapolsek Kradenan, AKP Edy Sutarjo, mengungkapkan bahwa peristiwa itu bermula sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, pelaku terlihat dalam kondisi emosi dan mencari ponsel di rumahnya.

”Awalnya pelaku marah-marah di rumah dan sempat mencekik ibu kandungnya hingga tidak sadarkan diri,” ujar AKP Edy Sutarjo, Senin (30/3/2026).

Baca juga :  Kades se-Kecamatan Toroh Hadiri Launching Posyandu 6 SPM di Dimoro, Perkuat Sinergi Pelayanan Masyarakat

Kejadian semakin mencekam ketika sejumlah warga mencoba mengecek kondisi ibu pelaku yang pingsan. Pelaku tiba-tiba datang dan mengambil parang yang disimpan di bawah jok sepeda motor miliknya.

Tanpa peringatan, pelaku langsung mengayunkan senjata tajam tersebut secara membabi buta ke arah warga di sekitar lokasi.

Salah satu korban, Markini (63), yang saat itu sedang menggendong cucunya berusia tiga tahun di pinggir jalan, turut menjadi sasaran. Ia mengalami luka pada bagian telinga dan kedua tangannya akibat sabetan parang.

Baca juga :  Praktisi Hukum Bagas Pamenang: Doxing Bukan Kebebasan Berekspresi

”Warga sempat mencoba mengalihkan perhatian pelaku agar tidak terus melukai korban (Markini) yang sedang menggendong anak kecil. Beruntung cucu korban berhasil lari menyelamatkan diri,” lanjut kapolsek.

Akibat kejadian ini, total enam orang menjadi korban luka, termasuk ayah pelaku. Para korban langsung mendapatkan penanganan medis, sementara pelaku berhasil diamankan oleh petugas kepolisian untuk proses lebih lanjut.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait motif kejadian serta kondisi kejiwaan pelaku. Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi.

Dilansir dari: Murianews

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami