NAGAN RAYA, GEMADIKA.com — Sebuah operasi senyap yang berlangsung selama berhari-hari di balik lebatnya hutan pegunungan Kecamatan Beutong Ateuh Benggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, berbuah hasil luar biasa. Detasemen Intelijen Kodam Iskandar Muda (Denintel Kodam IM) berhasil mengungkap dan memusnahkan ladang ganja seluas sekitar 50 hektare — pengungkapan terbesar sepanjang tahun 2026.
Pemusnahan dilakukan pada Rabu (8/7/2026) dengan mengerahkan sekitar seratus prajurit dari berbagai satuan, meliputi Korem 012 Teuku Umar, Batalyon TP 856 SBS, POM IM Meulaboh, dan Kodim 0116 Nagan Raya. Seluruh tanaman ganja dimusnahkan secara menyeluruh di lokasi.
Komandan Denintel Kodam IM, Letkol Inf Teuku Husaini, mengungkapkan kronologi operasi ini kepada media pada Kamis (9/7/2026).
“Dalam pemusnahan ini kami kerahkan sekitar seratus prajurit untuk memusnahkan secara total. Pengungkapan ini merupakan yang terbesar di tahun 2026,” kata Letkol Teuku Husaini.
Belasan Jam Mendaki Gunung Demi Temukan Ladang Terlarang
Pengungkapan bermula dari informasi maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Pada Selasa (7/7/2026), lima anggota Denintel Kodam IM dikirim lebih dulu untuk menyisir kawasan pegunungan.
“Belasan jam kami berjalan kaki mendaki gunung hingga menemukan hamparan tumbuhan ganja yang ditanam di tengah hutan,” ujar Letkol Teuku Husaini.
Setelah lokasi ditemukan dan diamankan, tim turun gunung untuk melaporkan hasilnya. Keesokan harinya, kekuatan penuh langsung dikerahkan untuk melakukan pemusnahan total.
Di dalam ladang, petugas menemukan batang ganja hidup yang tumbuh subur serta ganja kering siap edar yang tersimpan di dalam gubuk. Tidak ada pelaku yang berhasil ditangkap di lokasi.
“Pelakunya tidak ditemukan, tetapi di ladang tersebut terdapat batang ganja dan ganja kering siap edar di dalam gubuk. Itu kita musnahkan semua. Prestasi ini merupakan bentuk komitmen prajurit untuk memberantas narkoba,” sebutnya.
Letkol Teuku Husaini memperkirakan berat kotor tanaman ganja yang dimusnahkan mencapai 300 ton — angka yang mencerminkan betapa besar skala operasi ilegal yang selama ini berjalan tersembunyi di balik kawasan hutan.
Pesan Tegas untuk Pelaku
Letkol Teuku Husaini menegaskan bahwa TNI tidak akan berhenti di sini. Pemantauan terhadap kawasan pegunungan akan terus dilakukan untuk memastikan ladang-ladang serupa tidak kembali tumbuh.
“Ini diharapkan memberi efek jera kepada pihak yang menanam barang haram itu,” tutupnya.


