JAKARTA, GEMADIKA.com – Isu yang menyebut siswa tetap wajib datang ke sekolah hanya untuk mengambil jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah wacana pembelajaran daring ramai diperbincangkan di media sosial.
Sejumlah netizen mempertanyakan kebijakan tersebut dan menilai tidak sejalan dengan tujuan penghematan bahan bakar (BBM).
“Katanya irit bensin, sekolah biasa sama ambil MBG doang emang bedanya apa? Sama-sama bensin-nya segitu,” sorot salah satu netizen.
“Sekolahnya online, tapi siswa wajib datang ke sekolah ambil MBG, ini yang gila siapa sebenarnya?” timpal yang lain.
Namun, kabar tersebut dipastikan tidak benar. Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan hingga saat ini belum ada aturan yang mengarah pada kebijakan tersebut.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menyampaikan bahwa pihaknya bahkan belum membahas skema penyaluran MBG dalam kondisi pembelajaran daring.
“Sampai sekarang belum ada pembahasan juknis untuk MBG dalam kondisi pembelajaran daring,” beber Sony di Jakarta, Selasa (24/03/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan program MBG saat ini masih mengikuti mekanisme yang berlaku di sekolah, yakni berbasis kehadiran fisik siswa. Program tersebut memang belum dirancang untuk skenario distribusi jarak jauh.
Di sisi lain, pemerintah juga belum menetapkan kebijakan resmi terkait penerapan pembelajaran daring secara luas bagi siswa.
Masyarakat Diminta Tidak Mudah Percaya
BGN mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam menerima informasi, terutama yang beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas.
Setiap kebijakan resmi, ditegaskan Sony, hanya akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi pemerintah.
Meski demikian, BGN tetap membuka peluang adanya penyesuaian kebijakan di masa mendatang, termasuk jika pembelajaran daring benar-benar diterapkan secara luas.
Namun, setiap langkah akan melalui kajian yang matang, mulai dari aspek distribusi, keamanan pangan, hingga efektivitas program.
“Kalau nanti ada kebijakan baru, tentu akan kami umumkan secara resmi,” kata Sony.
Komitmen Program Tetap Berjalan Optimal
Pemerintah memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi prioritas dalam meningkatkan kualitas gizi siswa di Indonesia.
Program ini diharapkan berjalan sesuai standar, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat optimal bagi peserta didik di seluruh daerah.
Dilansir dari (Detikhealth)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan