KOTA BANDUNG, GEMADIKA.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak para pengusaha untuk mengambil peran strategis dalam mendorong pemulihan ekonomi yang hingga kini belum sepenuhnya pulih pascapandemi Covid-19.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri acara Halal Bihalal Keluarga Besar Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha dan Wiraswasta (HIPWI) FKPPI Jawa Barat yang digelar di RJS Room, Hotel Aryaduta Bandung, Jumat (2/3/2026).

Dalam suasana penuh kehangatan Idulfitri, Farhan menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci utama untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi Kota Bandung.

“Pertumbuhan ekonomi kita saat ini masih di angka 5,27 persen. Padahal sebelum pandemi bisa mencapai 7 hingga 8 persen. Artinya, kita masih punya pekerjaan besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat dua sektor utama yang menjadi penyebab melambatnya pemulihan ekonomi, yakni sektor transportasi dan industri pengolahan.

Menurutnya, sektor transportasi terdampak signifikan akibat belum optimalnya operasional Bandara Husein Sastranegara.

“Kalau bandara kembali hidup, kontribusi sektor transportasi akan langsung terdongkrak. Ini yang sedang kita perjuangkan bersama pemerintah pusat,” katanya.

Baca juga :  Pertamina Operasikan Dua Kapal Raksasa LPG, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Sementara itu, sektor industri pengolahan mengalami stagnasi akibat pembatasan industri besar di dalam kota, sehingga kontribusi manufaktur menurun cukup signifikan.

Sebagai langkah solusi, Farhan mendorong penguatan sektor usaha kecil dan menengah, khususnya industri kreatif berbasis fesyen yang dinilai menjadi keunggulan Kota Bandung.

Ia mencontohkan sejumlah pelaku industri kreatif yang telah sukses menembus pasar nasional hingga internasional, seperti desainer Ivan Gunawan serta brand lokal Buttonscarves.

Selain itu, kawasan Cibaduyut juga akan kembali didorong sebagai pusat industri sepatu dengan potensi ekspor yang tinggi.

“Sepatu kulit buatan Bandung bisa menembus pasar ekspor dengan harga tinggi. Ini peluang besar yang harus kita manfaatkan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali kawasan pusat kota, termasuk Masjid Agung Bandung sebagai pusat aktivitas masyarakat.

Pemerintah Kota Bandung berencana menggelar berbagai kegiatan rutin setiap bulan di kawasan tersebut guna meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.

“Kalau kawasan Masjid Agung hidup, maka ekonomi di sekitarnya juga akan bergerak,” ujarnya.

Baca juga :  Persib Selangkah Lagi Juara! Imbang Lawan Persijap Sudah Cukup Kunci Gelar Super League 2025-2026

Farhan juga membuka peluang investasi di sektor properti, khususnya pembangunan hotel dan hunian vertikal. Ia memastikan pemerintah akan memberikan kemudahan perizinan serta dukungan bagi para investor.

Selain itu, ia mengajak pengusaha untuk memanfaatkan program pembiayaan dari pemerintah pusat melalui Tapera guna mendorong pertumbuhan sektor perumahan.

“Kami butuh pengusaha yang tangguh dan inovatif. Bandung tidak boleh kalah dari kota lain,” katanya.

Menutup sambutannya, Farhan menegaskan bahwa Kota Bandung memiliki dinamika tinggi dengan berbagai tantangan sekaligus peluang besar.

Bandung ini penuh tantangan, tapi juga penuh peluang. Kuncinya ada pada kolaborasi,” ucapnya.

Ia pun mengajak seluruh anggota HIPWI FKPPI Jawa Barat untuk terus bersinergi bersama pemerintah dalam membangun Kota Bandung ke arah yang lebih baik.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Bandung, saya mengucapkan terima kasih dan mohon maaf lahir dan batin. Mari kita bangun Bandung bersama,” ajaknya.

Dilansir dari:GAPURA JABAR

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami