JAKARTA,GEMADIKA.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan komitmennya dalam mendukung transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan nasional sekaligus menjaga kualitas layanan pendidikan.
Transformasi ini tidak hanya berfokus pada efisiensi birokrasi, tetapi juga memastikan pelayanan pendidikan tetap optimal, inklusif, dan mudah diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia.
Dalam implementasinya, Kemendikdasmen mengusung tiga pilar utama. Pilar pertama menitikberatkan pada pemerataan akses dan keadilan layanan pendidikan. Artinya, perubahan pola kerja tidak mengurangi kualitas layanan, melainkan memastikan seluruh program pendidikan tetap berjalan secara berkelanjutan.
Pilar kedua berkaitan dengan relevansi dan kesiapan menghadapi masa depan. Digitalisasi layanan serta penguatan budaya kerja adaptif menjadi fondasi dalam menciptakan sistem pendidikan yang tangguh, inovatif, dan responsif terhadap perubahan zaman.
Sementara itu, pilar ketiga adalah partisipasi semesta. Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan transformasi ini memerlukan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), satuan pendidikan, hingga masyarakat luas.
Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, Kemendikdasmen mulai menerapkan sistem Work From Home (WFH) bagi ASN setiap hari Jumat sejak 1 April 2026. Selain itu, dilakukan pula efisiensi penggunaan kendaraan dinas, pengurangan perjalanan dinas, serta penguatan program hemat energi melalui optimalisasi transportasi publik dan perluasan Car Free Day (CFD).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas layanan publik.
“Work From Home bukan berarti libur—ASN tetap bekerja penuh tanggung jawab, hanya saja dari lokasi yang berbeda, sementara layanan kepada masyarakat tetap berjalan dan mudah diakses,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kebijakan WFH akan dievaluasi secara menyeluruh setelah dua bulan pelaksanaan untuk memastikan efektivitasnya.
Di sisi lain, layanan publik di sektor pendidikan tetap berjalan normal. Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikdasmen tetap beroperasi melalui berbagai kanal, seperti layanan tatap muka, posel, WhatsApp, hingga telepon.
“Layanan publik seperti Unit Layanan Terpadu (ULT) akan tetap dibuka dan diselenggarakan. Selain itu, guru tetap harus masuk jika muridnya masuk ke sekolah. Ada pengecualian pada beberapa konteks, seperti yang tercantum dalam aturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,” terang Abdul Mu’ti.
Lebih lanjut, Kemendikdasmen juga mendorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai bagian dari budaya hemat energi di lingkungan pendidikan.
Menurut Abdul Mu’ti, gerakan ini bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan upaya membangun kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan.
“Kami ingin memastikan bahwa perubahan ini justru memperkuat kualitas layanan pendidikan, bukan menguranginya. Di saat yang sama, ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk mulai dari hal-hal sederhana—menghemat energi, menggunakan transportasi publik, dan membangun kebiasaan baru yang lebih baik,” tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai beralih ke transportasi umum, bersepeda, atau berjalan kaki, serta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi secara berlebihan, khususnya dalam aktivitas antar-jemput siswa.
Selain itu, pemerintah daerah didorong untuk menyediakan infrastruktur pendukung seperti jalur sepeda dan fasilitas publik yang ramah lingkungan.
Melalui transformasi ini, Kemendikdasmen berharap tercipta lingkungan pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkelanjutan dan berkarakter, sehingga mampu mencetak generasi yang peduli terhadap lingkungan dan masa depan bangsa.
“Dengan semangat gotong royong, ASN, satuan pendidikan, dan masyarakat bisa bergerak bersama. Inilah transformasi menuju masa depan—di mana kita tetap produktif, layanan tetap hadir, dan pendidikan bermutu dapat dirasakan oleh semua,” pungkasnya.
Dilansir dari schoolmedianews




