JAKARTA, GEMADIKA.com – Perekonomian Indonesia dinilai masih menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tekanan dan ketidakpastian ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy), didukung stabilitas inflasi serta sistem keuangan yang tetap terjaga.
Di tengah gejolak ekonomi dunia, Indonesia dinilai masih mampu menjaga aktivitas ekonomi domestik tetap bergerak positif. Data terbaru menunjukkan inflasi pada April 2026 berada di level 5,42 persen atau masih dalam kondisi terkendali.
Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat, konsumsi rumah tangga, dan aktivitas usaha nasional masih cukup stabil meski dunia menghadapi tantangan geopolitik, fluktuasi harga energi, hingga perlambatan ekonomi global.
Tekanan terhadap nilai tukar rupiah disebut lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal dan musiman. Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain kenaikan harga minyak dunia, penguatan dolar Amerika Serikat, serta meningkatnya permintaan mata uang asing di pasar global.
Pemerintah memastikan situasi tersebut masih dalam batas aman dan terus dipantau secara ketat melalui koordinasi lintas lembaga ekonomi nasional.
“Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika global yang penuh tantangan,” demikian disampaikan dalam keterangan resmi otoritas terkait.
Bank Indonesia (BI) disebut terus mengambil langkah antisipatif melalui kebijakan moneter yang terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memastikan kondisi likuiditas pasar tetap aman dan terkendali.
Sementara itu, pemerintah pusat fokus menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat sektor produktif agar pertumbuhan ekonomi nasional tetap bergerak positif sepanjang tahun 2026.
Pengamat ekonomi menilai ketahanan ekonomi Indonesia saat ini didukung oleh kuatnya konsumsi domestik, meningkatnya aktivitas investasi, serta sektor perdagangan yang relatif lebih stabil dibandingkan sejumlah negara berkembang lainnya.
Meski demikian, pemerintah tetap diminta waspada terhadap dampak lanjutan kondisi global, terutama terkait fluktuasi harga energi dan potensi perlambatan ekonomi dunia yang dapat memengaruhi ekspor nasional.
Dengan berbagai indikator tersebut, Indonesia dinilai masih memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat untuk menghadapi tekanan ekonomi global sepanjang tahun ini.
Penulis: Joko Purnomo





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan