THAILAND, GEMADIKA.com – Kisah pilu seorang gadis kecil berusia 7 tahun asal etnis Karen di Thailand menggemparkan publik internasional setelah terungkap menjadi korban penculikan dan penyiksaan selama bertahun-tahun.

Korban yang menggunakan nama samaran “Air” dilaporkan diculik pada tahun 2008 dari kawasan kamp pekerja migran di Provinsi Kamphaeng Phet, Thailand. Setelah diculik, Air diduga dipaksa bekerja sebagai pembantu rumah tangga oleh pasangan pelaku.

Selama bertahun-tahun, korban disebut mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik dan psikologis. Berdasarkan laporan sejumlah organisasi perlindungan anak dan HAM internasional, Air dipukul, disiram air panas, hingga dipaksa tinggal di kandang sempit layaknya hewan.

Baca juga :  WNI Relawan GSF Beberkan Dugaan Penyiksaan oleh Israel Saat Ditahan di Laut Mediterania

Tak hanya itu, korban juga dikabarkan harus tidur bersama hewan peliharaan milik pelaku selama masa penyekapan.

Dalam salah satu upaya melarikan diri, Air sempat berhasil meminta bantuan warga sekitar. Namun, saat dibawa ke kantor polisi, ia justru dikembalikan kepada pelaku. Keputusan tersebut menuai kritik tajam karena dianggap sebagai kegagalan sistem perlindungan anak di Thailand.

Setelah dikembalikan, penyiksaan terhadap korban disebut semakin brutal. Salah satu tindakan kejam yang dilaporkan adalah pemotongan sebagian telinga korban sebagai hukuman karena mencoba kabur.

Baca juga :  Arab Saudi Tegaskan Dukungan untuk Palestina, Tolak Normalisasi Tanpa Negara Merdeka

Pada tahun 2013, Air kembali berhasil melarikan diri. Kali ini, warga yang menolongnya memilih menghubungi organisasi perlindungan anak sehingga proses penyelamatan dapat dilakukan dengan aman.

Kasus tersebut akhirnya diproses secara hukum dan menjadi perhatian luas publik internasional. Pada tahun 2014, pengadilan Thailand menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada para pelaku.

Selain hukuman pidana, pengadilan juga memerintahkan pelaku membayar kompensasi sekitar 4,6 juta baht kepada korban atas penderitaan yang dialaminya selama bertahun-tahun.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami