JAKARTA, GEMADIKA.com – Indonesia akan kehilangan satu sumber pendanaan besar dalam penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM). Global Fund dipastikan hanya akan memberikan satu periode hibah terakhir melalui Grant Cycle 8 (GC8) senilai USD 197 juta pada 2027–2029, sebelum akhirnya menghentikan dukungannya. Hal ini dibahas dalam audiensi antara The Global Fund Country Team, Komite Koordinasi Penanggulangan ATM Indonesia (CCM), dan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Rabu (6/5/2026).

Sejak 2003, Indonesia telah menerima hibah dari Global Fund senilai sekitar USD 2 miliar atau sekitar Rp23 triliun untuk program eliminasi ATM. Kini, dengan berakhirnya hibah tersebut, pemerintah daerah dituntut untuk mengambil alih pembiayaan program melalui APBD masing-masing.

Direktur SUPD III Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Fauzan Hasan, menegaskan komitmen Kemendagri dalam memastikan program ATM tidak terhenti setelah hibah berakhir.

Baca juga :  Kenapa Langit Berwarna Biru? Ini Penjelasan Ilmiahnya

“Sebagai pembina umum pemerintah daerah, Kemendagri memiliki peran strategis dalam melakukan sinkronisasi dan harmonisasi kebijakan pusat dan daerah ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, mulai dari RPJPD, RPJMD, RKPD hingga Renja yang nantinya akan menjadi dasar penyusunan dokumen anggaran daerah atau APBD,” ujar Fauzan.

Ia mengingatkan bahwa penanggulangan ATM merupakan urusan wajib bidang kesehatan berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dan sudah masuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan yang wajib dipenuhi pemerintah daerah.

Kemendagri sendiri mengaku sudah mengambil berbagai langkah konkret, di antaranya menetapkan tuberkulosis sebagai tema Program Strategis Nasional dalam Rakortekrenbang untuk perencanaan 2027, rutin menggelar Rakorpusda Penuntasan TB setiap pekan sejak 2023, serta menerbitkan enam surat edaran kepada pemerintah daerah terkait penguatan program ATM.

Baca juga :  Kebakaran Hebat Hanguskan Puluhan Rumah, Warga Panik Selamatkan Diri

Namun tantangan tetap ada. Fauzan mengakui bahwa efisiensi fiskal nasional berdampak pada kapasitas belanja daerah, dan berdasarkan asistensi terhadap 140 kabupaten/kota, sebagian besar daerah masih bergantung pada dana transfer pusat.

“Besar harapan kami, Kemendagri dapat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan hibah Global Fund GC8 periode 2027–2029, khususnya dalam memperkuat komitmen pemerintah daerah untuk melanjutkan program ATM pasca hibah Global Fund berakhir,” pungkasnya. (Selamet)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami