SEMARANG, GEMADIKA.com – Misteri menyelimuti tewasnya seorang perempuan tanpa identitas yang tertemper kereta api di wilayah Jembatan Sukarela, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Sabtu (30/5/2026) sore.
Korban diketahui meninggal dunia setelah tertabrak KA 2502 Kenlimas Cargo relasi Tanjung Priok–Kalimas yang melintas di jalur hulu KM 5+4/6 antara Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Alastua sekitar pukul 17.40 WIB.
Peristiwa tersebut sempat mengganggu perjalanan kereta barang karena kru harus melakukan pemeriksaan teknis setelah menerima laporan adanya korban di lintasan rel.
Berdasarkan keterangan kepolisian, sebelum kejadian perempuan tersebut sempat terlihat berada di sekitar pos palang pintu Jembatan Sukarela. Bahkan, korban diketahui duduk bersama penjaga palang swadaya dan tidak menunjukkan gelagat mencurigakan.
Kanit Reskrim Polsek Pedurungan, AKP Rismanto, menjelaskan bahwa saat petugas bersiap menutup palang karena kereta akan melintas, korban sempat meminta izin untuk pergi ke bagian belakang area pos.
Menurut keterangan yang diperoleh petugas, korban mengaku hendak ke belakang untuk buang air kecil. Namun beberapa saat kemudian terdengar bunyi klakson panjang dari arah kereta yang melintas.
“Kereta berjalan pelan lalu berhenti. Setelah dicek, kru menyampaikan ada orang tertabrak di lintasan,” ujar Rismanto.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban. Namun hingga proses pemeriksaan berlangsung, tidak ditemukan kartu identitas maupun barang pribadi yang dapat mengungkap jati diri perempuan tersebut.
Jenazah korban kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUP dr. Kariadi Semarang untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Hingga Sabtu malam, polisi masih berupaya mengungkap identitas korban sekaligus mendalami penyebab pasti perempuan tersebut berada di jalur rel saat kereta melintas.
Sementara itu, Lurah Muktiharjo Kidul, Sofia Ernawati, mengatakan warga sekitar juga tidak mengenali korban.
“Tidak ada warga yang mengetahui siapa korban. Kami juga masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” katanya.
Kasus ini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Selain menelusuri identitas korban, petugas juga mengumpulkan berbagai keterangan saksi dan bukti di lokasi guna memastikan kronologi lengkap peristiwa tersebut.




