BULELENG, GEMADIKA.com – Kasus pembakaran kandang sapi dan mobil milik warga di Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, mulai mengungkap fakta yang lebih dalam. Polisi kini mendalami dugaan kuat adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa yang disebut dipicu konflik asmara tersebut.
Pelaku berinisial NA (25) telah diamankan aparat kepolisian setelah diduga menjadi aktor di balik insiden yang terjadi pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 23.00 Wita di Banjar Dinas Kawanan.
Dugaan sementara, aksi pembakaran ini tidak berdiri sendiri, melainkan dipicu rasa sakit hati karena hubungan pelaku dengan anak perempuan korban tidak mendapat restu. Motif pribadi ini diduga berkembang menjadi tindakan kriminal yang merugikan secara materiil maupun psikologis.
Kapolsek Tejakula, AKP Gede Darma Diatmika, menyatakan bahwa pelaku saat ini masih dalam proses pemeriksaan intensif. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan adanya perencanaan sebelum aksi dilakukan.
“Terduga pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata AKP Gede Darma saat dikonfirmasi, Rabu (27/5/2026).
Indikasi Pembakaran Disengaja
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan bersama tim Inafis, polisi menemukan sejumlah petunjuk yang mengarah pada dugaan kuat bahwa kebakaran tersebut bukan insiden biasa.
“Dari hasil olah TKP ditemukan petunjuk adanya unsur pembakaran yang disengaja,” ucapnya.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut dilakukan dengan niat tertentu, bukan akibat kelalaian atau faktor teknis lainnya. Polisi kini juga menelusuri bagaimana api bisa menjalar dari kandang hingga ke garasi yang berjarak sekitar 40 meter.
Kerugian dan Dampak Nyata
Korban dalam kejadian ini, Nengah Sudarta (57), mengalami kerugian yang tidak sedikit. Selain kandang sapi yang hangus terbakar, satu unit mobil Suzuki Futura warna hitam turut dilalap api.
Tak hanya kerugian materi, satu ekor anak sapi berusia tujuh bulan juga mengalami luka bakar dalam peristiwa tersebut. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 20 juta.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi berinisial WD yang melihat kobaran api dari kandang, sebelum akhirnya memberi tahu korban.
Polisi Dalami Motif dan Kemungkinan Lain
Meski motif awal mengarah pada persoalan asmara, polisi belum menutup kemungkinan adanya faktor lain yang turut memicu aksi tersebut. Pendalaman dilakukan untuk memastikan apakah pelaku bertindak sendiri atau ada pihak lain yang terlibat.
Kasus ini juga menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana konflik pribadi dapat berujung pada tindakan kriminal yang merugikan banyak pihak.
Aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan secara emosional, apalagi dengan tindakan yang melanggar hukum.
Dilansir dari Detiknews.



Tinggalkan Balasan Batalkan balasan