JAKARTA, GEMADIKA.com — Presiden Iran Masoud Pezeshkian mendorong perguruan tinggi untuk mengambil peran strategis sebagai pusat inovasi dan solusi di tengah situasi perang yang dihadapi negaranya.
Dalam kunjungannya ke Kementerian Sains, Riset, dan Teknologi Iran, Pezeshkian menegaskan bahwa kampus harus berada di garis depan dalam menjawab berbagai persoalan nasional dengan memanfaatkan kapasitas ilmiah yang dimiliki.
“Saya percaya bahwa tidak ada masalah yang tidak memiliki solusi. Bahkan untuk setiap masalah, tidak hanya ada satu solusi, melainkan ratusan cara yang mungkin untuk menyelesaikannya,” kata Pezeshkian, seperti dilaporkan Islamic Republic News Agency.
Dalam pertemuan tersebut, ia juga menerima laporan terkait kondisi pendidikan tinggi, kinerja universitas, serta dampak kerusakan akibat konflik yang sedang berlangsung.
Menurutnya, setiap tantangan yang dihadapi bangsa memiliki banyak alternatif solusi. Karena itu, perguruan tinggi diminta lebih aktif dalam memberikan kontribusi nyata bagi negara.
Peran Akademisi Diperluas hingga ke Lapangan
Pezeshkian menegaskan bahwa universitas sebagai pusat berbagai disiplin ilmu—mulai dari ekonomi, pertanian, hingga sosiologi—harus dimanfaatkan secara maksimal.
Ia mendorong para akademisi untuk tidak hanya berkutat di lingkungan kampus, tetapi juga turun langsung ke masyarakat guna menyelesaikan persoalan riil.
“Saat ini negara kita menghadapi berbagai tantangan. Di tengah situasi di mana pihak luar mencoba menghambat kemajuan ilmu pengetahuan kita, para elite dan akademisi inilah yang mampu menghadirkan solusi,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengajak generasi muda untuk lebih aktif dalam sektor sosial dan ekonomi guna memperkuat inovasi serta kreativitas nasional dalam menghadapi persaingan global.
Dorong Persatuan di Tengah Dinamika Global
Dalam kesempatan tersebut, Pezeshkian turut menyoroti dinamika regional dan internasional yang dinilai semakin kompleks, termasuk konflik yang melibatkan kepentingan asing di kawasan.
Ia menilai adanya upaya pihak tertentu yang berpotensi memicu konflik demi mengeksploitasi sumber daya negara.
Meski demikian, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak ingin memperluas konflik karena tidak menguntungkan pihak mana pun. Sebaliknya, ia mendorong penguatan kerja sama dan persatuan antarnegara.
Menurutnya, solidaritas kawasan menjadi kunci dalam menghadapi tekanan eksternal serta menjaga stabilitas dan kedaulatan masing-masing negara.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan