JAKARTA, GEMADIKA.com — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai budaya teh dapat menjadi medium penting dalam mempererat hubungan antarbangsa, termasuk antara Indonesia dan Tiongkok.
Menurutnya, teh bukan sekadar minuman, melainkan simbol budaya yang memiliki makna mendalam dalam membangun komunikasi lintas peradaban.
“Teh yang sederhana namun penuh makna dapat menjadi jembatan antarperadaban. Budaya memiliki kekuatan untuk membangun perdamaian, memperkuat kerja sama internasional, dan menciptakan ruang dialog yang saling menghormati,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resmi, Jumat.
Ia menjelaskan bahwa budaya teh yang berasal dari Tiongkok kini telah berkembang menjadi bahasa universal yang melampaui batas negara, generasi, serta latar belakang masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri peringatan International Tea Day bertajuk “Tea for Harmony, Shared Beauty” yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Jakarta.
Fadli juga mengapresiasi keberhasilan Tiongkok dalam mendaftarkan Traditional Chinese Tea Processing Techniques and Associated Social Practices sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 2022. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen dalam menjaga tradisi budaya yang hidup.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Indonesia juga memiliki tradisi teh yang kaya sebagai bagian dari sejarah panjang Nusantara sebagai salah satu penghasil teh dunia.
Budaya teh di Indonesia, kata dia, terus berkembang, mulai dari tradisi minum teh di berbagai daerah hingga tren yang kini semakin diminati generasi muda.
Selain itu, Fadli juga menyoroti kekayaan budaya Indonesia yang telah diakui dunia. Tercatat, Indonesia memiliki sejumlah warisan budaya takbenda yang telah diinskripsikan UNESCO, seperti wayang, batik, jamu, angklung, hingga Tari Saman.
Ia menambahkan, hubungan budaya antara Indonesia dan Tiongkok telah terjalin sejak lama melalui jalur perdagangan, migrasi, serta pertukaran budaya. Pengaruh tersebut dapat dilihat dalam berbagai aspek, mulai dari motif batik pesisir hingga perkembangan seni pertunjukan.
Sementara itu, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, menyampaikan bahwa teh sejak lama menjadi simbol peradaban sekaligus pembawa pesan perdamaian lintas negara.
“Dalam upacara minum teh, setiap orang menikmati teh yang sama dan disajikan dengan penuh penghormatan. Teh mengajarkan harmoni, saling berbagi manfaat, dan mempererat koneksi antarbangsa,” ujar Wang Lutong.
Dilansir dari Antara kantor berita indonesia.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan