GROBOGAN,GEMADIKA.com — Pemerintah Desa Penganten bersama masyarakat menggelar kegiatan menguras sumber mata air Keongan pada Jumat, 8 Mei 2026, sebagai simbol dimulainya rangkaian tradisi Apitan yang menjadi agenda budaya tahunan desa.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Penganten, Junaidi, dan diikuti perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga sekitar. Sejak pagi hari, warga tampak antusias bergotong royong membersihkan area sumber mata air Keongan yang selama ini menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat.

Prosesi menguras sumber mata air Keongan memiliki makna penting sebagai simbol penyucian dan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan sumber daya alam desa.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Penganten Junaidi menyampaikan bahwa tradisi Apitan merupakan warisan budaya leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan bersama.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin kompak, peduli terhadap lingkungan, dan tetap menjaga nilai-nilai budaya yang sudah diwariskan para leluhur,” ujarnya.
Selain menjadi simbol dimulainya kegiatan Apitan, ritual tersebut juga menjadi momentum mempererat kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat. Setelah prosesi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama sebagai harapan agar seluruh rangkaian Apitan tahun ini berjalan lancar serta membawa keberkahan bagi warga Desa Penganten.
Tradisi Apitan sendiri merupakan budaya tahunan yang rutin dilaksanakan masyarakat sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil bumi dan keselamatan warga, yang biasanya diisi dengan berbagai kegiatan budaya, keagamaan, dan hiburan rakyat.
Tim Gemadika.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan