JAKARTA, GEMADIKA.com — Sebuah video yang memperlihatkan ketegangan antara pemilik rumah dan seorang pengamen jalanan viral di media sosial dan memicu perdebatan publik soal etika mengamen di lingkungan perumahan.
Video tersebut pertama kali diunggah akun Threads @maesyalie dan langsung ramai diperbincangkan warganet. Dalam rekaman itu, terlihat seorang pria sedang tertidur di teras rumahnya saat suasana mendadak berubah gaduh akibat kedatangan seorang pengamen.
Pengamen tersebut disebut langsung memainkan gitar dan bernyanyi cukup keras tepat di depan rumah tanpa memperhatikan kondisi sekitar.
Akibat suara mendadak itu, pemilik rumah terbangun dan spontan meluapkan emosinya karena merasa waktu istirahatnya terganggu.
Momen tersebut kemudian memancing berbagai reaksi dari netizen. Banyak yang menilai tindakan pengamen tersebut kurang etis karena tidak melihat situasi sebelum mulai mengamen.
Dalam unggahan yang viral itu, turut disertakan narasi keluhan terkait perilaku sebagian pengamen jalanan yang dianggap semakin tidak memperhatikan kenyamanan warga.
“Ngamen juga yang sopan dong, bro… Masa orang lagi tidur kamu ganggu, jelas lah marah. Pengamen sekarang rata-rata miris. Jangankan tidur di dalam rumah, tidur di luar yang jelas-jelas kelihatan saja masih diganggu. Auto syok jantung itu kamu gonjrang-ganjreng gak jelas, haduh,” tulis narasi dalam unggahan tersebut.
Sejumlah netizen bahkan mengaku mengalami kejadian serupa di lingkungan tempat tinggal mereka. Tidak sedikit yang menilai aksi mengamen secara tiba-tiba dengan suara keras dapat membahayakan, terutama bagi warga lanjut usia atau yang memiliki riwayat penyakit jantung.
Meski demikian, sebagian warganet juga mengingatkan agar masyarakat tetap menyikapi persoalan tersebut dengan cara yang bijak tanpa melakukan kekerasan verbal maupun fisik.
Hingga kini, video tersebut terus menjadi perbincangan dan telah mendapatkan ribuan komentar di media sosial.
Fenomena ini kembali membuka diskusi publik mengenai pentingnya menjaga etika, sopan santun, dan rasa saling menghormati di ruang sosial, baik bagi pengamen maupun masyarakat.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan