SEMARANG, GEMADIKA.com – Ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang semakin menyasar kalangan remaja mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah memperkuat upaya pencegahan melalui dunia pendidikan.

Langkah tersebut diwujudkan melalui penguatan Program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) yang akan diterapkan di SMA dan SMK di seluruh Jawa Tengah sebagai bagian dari strategi membangun generasi muda yang tangguh dan bebas dari narkotika.

Penguatan program tersebut menjadi salah satu fokus dalam audiensi antara BNNP Jawa Tengah dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Semarang, Selasa (9/6/2026).

Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, menegaskan bahwa tantangan penyalahgunaan narkoba saat ini semakin kompleks, terutama dengan maraknya pemanfaatan media sosial oleh jaringan peredaran narkotika untuk menjangkau generasi muda.

Menurutnya, kelompok usia remaja menjadi sasaran yang rentan karena tingginya aktivitas mereka di ruang digital. Oleh karena itu, pendekatan pencegahan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan.

Baca juga :  Unik! Kucing Pinecone Jadi Asisten Guru di Sekolah AS, Bantu Siswa Lebih Tenang dan Fokus

“Pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan generasi muda agar mampu mengenali, menolak, dan menjauhi narkoba sejak dini,” ujarnya.

Melalui Program IKAN, materi dan nilai-nilai anti narkoba akan terintegrasi dalam proses pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, hingga budaya sekolah sehari-hari. Dengan demikian, pesan-pesan pencegahan dapat tertanam secara berkelanjutan dalam kehidupan pelajar.

Program tersebut juga membuka ruang bagi lahirnya Sobat Bersinar, agen perubahan, dan duta anti narkoba dari kalangan siswa. Mereka diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus penyampai pesan positif kepada teman sebaya mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.

Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif karena pelajar cenderung lebih mudah menerima edukasi dari lingkungan yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menyambut baik penguatan program tersebut. Dengan lebih dari 2.600 satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB yang berada di bawah pembinaannya, implementasi pendidikan anti narkoba diyakini mampu menjangkau jutaan peserta didik di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Baca juga :  Satpol PP Bongkar PKL dan Parkir Liar di Samping The Park Mall Semarang, Rambu Larangan Langsung Dipasang

Bagi dunia pendidikan, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan benteng perlindungan sosial bagi generasi muda.

Karena itu, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

Sinergi antara BNNP Jawa Tengah dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah diharapkan mampu memperkuat gerakan pencegahan narkoba sejak dini, sekaligus menciptakan generasi muda yang sehat, produktif, berprestasi, dan siap menyongsong masa depan tanpa narkoba.

Melalui ruang-ruang kelas di seluruh Jawa Tengah, langkah menuju terwujudnya Indonesia Bersinar atau Bersih Narkoba terus dibangun secara nyata dan berkelanjutan.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami